Eksekutif dan Legislatif Harus Bersinergi Tanggulangi Pengungsi

Bagikan Bagikan
Sekretaris Daerah Pemkab Mimika, Ausilius You
SAPA (TIMIKA) – Lembaga Eksekutif dan Legislatif Kabupaten Mimika harus  berkomitmen dan bersinergi dalam menanggulangi persoalan pengungsi yang merupakan korban dalam insiden kontak senjata  antara aparat keamanan versus Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berujung penyenderaan ribuan warga di Kampung Kimbeli dan Banti, Distrik Tembagapura.

Dalam diskusi dengar pendapat bersama ratusan pengungsi yang telah dievakuasi dan ditampung di Geraha Eme Neme Yauware (ENY), Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Mimika, Ausilius You mengakui telah mendengarkan seluruh aspirasi warga pengungsi tersebut. Aspirasi yang disampaikan cukup banyak, diantaranya, keinginan untuk dibukakan lahan khusus perkampungan baru di wilayah Timika, penanggulangan situasi keamanan di wilayah Kimbeli dan banti demi keberlangsungan pendidikan anak-anak serta keinginan yang lainnya.

“Kami bersama DPR sudah mendengarkan seluruh keluhan mereka. Kami tidak banyak berjanji. Semua aspirasi mereka akan kami tampung untuk dijadikan bahan diskusi kami bersama Bupati,” kata Ausilius ketika ditemui Salam Papua di halaman Graha ENY, Rabu (22/11).

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Mimika, Elminus Mom mengatakan, merupakan suatu hal yang mustahi untuk membiarkan para pengungsi di tempat penampungan dalam jangka waktu yang lama. Sebab selain dikarenakan  jumlah pengungsi yang tidak sebanding dengan kekuatan fasilitas, para pengungsi juga diajarkan untuk terus menjalankan kehidupan normal.

“Sore ini (kemarin- Red) kami sudah upayakan bahwa seharusnya mereka sudah dipulangkan ke keluarga mereka masing-masing, tapi karena kondisi tidak memungkinkan maka besok akan dihantarkan ke keluarga mereka masing-masing,” kata Elminus.

Sebagian pengungsi menginginkan ketersediaan lahan khusus untuk didirikan tenda-tenda. Sehingga mereka bisa melanjutkan kehidupan dengan beraktivitas seperti bertani dan yang lainnya.

“Untuk keinginan membuka perkampungan baru itu masih harus didiskusikan lagi. Yang jelas pemerintah bersama DPR akan terus bersama-sama agar persoalan ini cepat diatasi,” katanya.

Ketua DPRD Mimika, Elminus Mom
Dipulangkan ke Keluarga
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika, Elminus Mom mengatakan, hari ini ratusan Pengungsi yang merupakan warga Kampung Kimbeli dan Banti, Distrik Tembagapura akan dikembalikan ke keluarga masing-masing yang breada di Timika. Pemulangan para pengungsi ini akan disertai dengan pemberian bantuan bahan makanan (Bama) dari DPR dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk keberlangsungan para warga pengungsi ini.

“Sebenarnya sore ini (Kemarin red) kami pulangkan mereka dan dibagi-bagikan ke keluarga mereka masing-masing. Tapi karena kondisi tidak memungkinkan maka besok (hari ini) baru dipulangkan. Kami juga akan berikan bantuan bama supaya mereka bisa makan dan hidup,” kata Elminus

Pemulangan para warga pengungsi ini menurutnya,  dilakukan sebagai upaya untuk keberlangsungan hidup selanjutnya. Sebagai manusia diakuinya harus terus menjalankan kehidupan normal dalam kondisi dan situasi seperti apa pun juga.

Warga yang akan dipulangkan ke keluarga masing-masing bersifat sementara. Karena, sebagian warga juga menginginkan adanya lokasi khusus untuk dibangunkan tenda-tenda darurat. Hal itu juga akan dipuayakan Pemkab Mimika, namun harus dilakukan pertemuan terlebih dahulu.

“Untuk kelaurga besar dari kepala suku Banti, Kamaniel Waker sudah pasti akan dibangunkan tenda di wilayah Mile 32.  Karena mereka ada lokasi mereka sendiri. Kamaniel sudah minta untuk di tempat baru dan di lokasinya sendiri,” tuturnya.

Berdasarkan data dan keinginan, warga pengungsi korban penyenderaan ini akan dibagikan ke keluarga masing-masing yang berada di Inamko, SP 7, SP 9, SP 5, SP 2 , Irigasi dan keluarga-keluarga lainnya yang berada di wilayah Timika.

Ia juga mengatakan, sangat berterimakasih kepada Kementerian Sosial (Kemensos) yang telah mengutus tim dalam menangani masyarakat pengungsian. selain itu juga dari pusat telah mengutus tim dari Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

“Kami berharap tim-tim ini bisa melihat sendiri dan menyambung lidah sehingga bisa disampaikan ke pimpinan di Pusat. Karena mereka sendiri sudah mendengar sendiri keluhan dari warga,” katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment