Forkopimda dan Tomas Banti Utikini Bahas Masalah Pengungsi

Bagikan Bagikan
Forkopimda dan Tomas Banti Utikini Bahas Pengungsi
SAPA (TIMIKA) – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mimika bersama tokoh-tokoh masyarakat (Tomas)  Banti, Waa, Utikini dan Kimbeli membahas penanganan warga Banti dan Kimbeli pasca evakuasi dari Tembagapura ke Timika, Senin lalu (20/11). Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Graha Eme Neme Jaware, Rabu (22/11).

Turut hadir  dalam kegiatan tersebut staf Kementrian Sosial, Sekda Kabupaten Mimika Ausilius You, S.pd,MM, MH, Ketua DPRD Kabupaten Mimika Elminus Mom, SE, Asisten I Sekda Kabupaten Mimika Kristian Karubaba, Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon, S.Ik, SH, MH, M.Si. Tomas Banti, Utikini dan Kimbeli,  Kamaniel Waker, Yohanes Magai serta seluruh warga yang dievakuasi di Gedung Emeneme Yauware Timika.

Tomas Banti, Utikini dan Kimbeli Kamaniel Waker dalam penyampaiannya mengatakan, warga yang diminta dievakuasi kesini karena takut adanya kontak tembak antara TPNPB-OPM dan TNI-Polri. Selain itu tidak ada makanan sejak terjadi kontak tembak 22 Oktober silam. Warga yang mengungsi meminta terima kasih kepada pihak Kepolisian dan TNI yang telah membantu dan mengevakuasi warga ke Timika

Dia meminta kepada Pemkab Mimika untuk mencari lokasi bagi warga pengungsi dengan memberikan lahan untuk dibuatkan perkampungan, serta fasilitas lainnya, seperti sekolah, Puskesmas, Gereja dan fasilitas penunjang lainnya, sehingga warga bisa beraktivitas dengan aman.

Kami takut, jadi kami minta bantu dari TNI-Polri untuk bawa kami ke Timika, tapi kami minta supaya sediakan lahan dan fasilitas untuk kami,” kata Kamaniel Waker.

Ditempat yang sama, Yohannes Magai mengatakan, warga yang dievakuasi merupakan masyarakat Mimika. Dan masyarakat yang berada dipengungsian sebagian masyarakat Banti dan Kimbeli dan yang hingga saat ini masih bertahan di Kampung Banti dan Kimbeli. Pemerintah Pemkab Mimika, TNi-Polri agar tetap menjaga keamanan dan melindungi warga yang sudah ada di Timika maupun yang ada di Banti.

Warga yang dievakuasi disini merupakan masyarakat kami, dan masih ada di Kampung Banti dan Kimbeli, jadi saya minta supaya TNI-Polri jaga keamanan untuk warga diatas,” kata Yohanis.

Menanggapi pernyataan dari Tomas Banti Kimbeli, Ketua DPRD Mimika Elminus B Mom, SE mengatakan, DPRD Mimika akan mendorong Pemkab Mimika untuk memenuhi permintaan masyarakat yang telah disampaikan oleh para Tomas.

Menurutnya, adanya  sebuah Negara atau Kabupaten, karena adanya masyarakat, maka dengan adanya konflik yang terjadi di Banti dan Kimbeli.  Maka Pemkab Mimika harus hadir ditengah-tengah masyarakat yang telah dievakuasi untuk kedepan Pemkab Mimika akan mengambil keputusan. Sehingga masyarakat bisa hidup aman dan mendapat tempat tinggal yang aman pula.

“Negara ada karena ada rakyat, jadi apa permintaan rakyat pemerintah akan penuhi,” kata Elminus.

Sekda Kabupaten Mimika Ausilius You, S.Pd, MM, MH mewakili Pemkab Mimika menyampaikan permohonan maaf. Apabila ada kekurangan pelayanan kepada masyarakat, pemerintah daerah meminta maaf. Namun, patut bersyukur karena sampai saat ini kita masih diberikan kesempatan untuk hidup tanpa kekurangan sesuatu apapun.

Menyikapi permintaan Tomas terkait lokasi pemukiman,  fasilitas kesehatan dan pendidikan serta tempat peribadatan baru, Ausilius mengaku akan melaporkan aspirasi tersebut kepada Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE, MH serta instansi terkait untuk duduk bersama membicarakan hal tersebut. Sehingga hasil pertemuan itu bisa menjawab apa yang menjadi permintaan dari masyarakat.


Keluhan yang disampaikan, akan kami teruskan kepada Bupati dan isntasi terkait untuk segera membahas dan merealisasi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment