Gelar KKR Regional, STEMI Surabaya Kunjungi SMK Hermon

Bagikan Bagikan

KKR Regional SMK Hermon.


SAPA (TIMIKA) SMK Hermon Timika mendapat kunjungan dari Stephen Tong Evangelistic Ministries International (STEMI) Surabaya. Kunjungan yang diwakili oleh Alexander Joe tersebut, menggelar KKR Regional kepada sejumlah siswa Kristen SMK Hermon pada kegiatan ibadah bersama yang bertepatan dengan peringatan hari kerohanian Nasional, Jumat (3/11) lalu.

Pada awal materinya, Alex sapaan akrabnya, menanyakan tentang kesadaran keberdosaan manusia. Sebab menurutnya, dengan memahami betul tentang keberdosaannya, maka siswa akan dapat memaknai dan menghargai tentang keselamatan yang diterimanya melalui sikap hidup rohani sehari-hari.

“Siapa yang merasa tidak berdosa? Siapa yang merasa berdosa? Merasa berdosa bukan sekedar diucapkan, tapi harus juga dipahami,” ujarnya.

Dalam penyampaian materinya, Dia menggunakan berbagai ilustrasi yang sangat sederhana sehingga bisa dipahami oleh siswa. Dengan berlandaskan pada ayat Alkitab dalam Kejadian 2:16-17. Dia mengungkapkan, di satu sisi manusia diberikan kebebasan oleh Tuhan, tapi di sisi lain manusia juga diberikan aturan. Manusia tidak memiliki kebebasan yang sepenuhnya (total). Sebab, kebebasan tanpa aturan adalah kebebasan yang liar, yang akhirnya kebebasan tersebut membuka peluang bagi manusia untuk terjerat dalam dosa atau kesalahan.

“Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia, tapi Tuhan juga memberikan berbagai macam larangan. Jika manusia melanggar larangan tersebut, maka manusia akan mati. Artinya, Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia tapi disertai dengan aturan. Sebab kebebasan tanpa aturan adalah kebebasan yang liar,” ungkapnya.

Dia selanjutnya menjelaskan, hukum Tuhan berbeda dengan hukum manusia. Hukum Tuhan bersifat menyeluruh, sampai pada melihat niat hati manusia. Sedangkan hukum manusia hanya melihat hal-hal sebatas kasat mata atau berdasarkan sikap dan tindakan manusia.

Artinya, setiap kejahatan yang baru timbul pada niat seseorang dan belum sampai pada tindakan nyata, dalam hukum Tuhan hal tersebut sudah dinyatakan sebagai sebuah pelanggaran atau dosa. Oleh sebab itu, setiap orang khususnya siswa harus selalu membangun komunikasi yang intim dengan Tuhan Yesus sebagai Juruselamat melalui firmanNya (Alkitab), supaya terjaga dari berbagai niat jahat.

“Hukum Tuhan beda dengan hukum manusia. Hukum Tuhan melihat hati. Dalam Alkitab dinyatakan, ketika engkau mengingini (niat hati) milik orang lain, maka hal tersebut sudah diperhitungkan sebagai dosa. Oleh sebab itu, setiap orang harus percaya pada Tuhan Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat dunia dan mengikuti firmanNya,” jelasnya.

Sehubungan dengan kegiatan tersebut, Yulian Solossa, S.Sos.,M.Si selaku Kepala Sekolah SMK Hermon Timika, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada STEMI Surabaya atas pelayanan dan perhatiannya kepada siswa-siswi SMK Hermon Timika khususnya. Dia sangat berharap agar kegiatan semacam itu dapat berlanjut di kemudian hari.

Dia bahkan sangat menginginkan terjalinnya kerjasama yang mengikat seperti dibuatnya Memorandum of Understanding (MoU) antara SMK Hermon Timika dengan STEMI Surabaya dalam bentuk kegiatan-kegiatan pembinaan iman siswa dan atau bentuk kerjasama lainnya di bidang pendidikan.

“Saya berterima kasih atas atensi dan dedikasi yang diberikan oleh STEMI Surabaya kepada SMK Hermon Timika. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa berlanjut bahkan sampai pada adanya kerjasama dalam bentuk MoU dengan STEMI Surabaya untuk kegiatan pembinaan iman dan pendidikan,” ujarnya saat di wawancarai Salam Papua di ruang kerjanya di SMK Hermon, Sabtu (4/11).

Di samping itu, sehubungan dengan kegiatan pembinaan iman kepada siswa-siswi SMK Hermon Timika, Yulian mengungkapkan, pihak sekolah berinisiatif mengadakan ibadah setiap minggunya, tepatnya setiap hari Jumat. Dan juga pihak sekolah mewajibkan kepada siswa-siswinya yang beragama lain, seperti Katolik, Muslim dan yang lainnya, untuk dapat melakukan kegiatan ibadah secara intens setiap minggunya.

Hal ini dilakukan untuk membangun kehidupan iman siswa-siswa. Sehingga bisa berdampak pada sikap hidup yang baik sehari-hari dan sekaligus dapat menjauhkan diri hal-hal negatif yang sedang merasuki anak-anak muda di Timika dewasa ini. Dan saat ini dia mengaku, dampak tersebut sudah mulai terwujud.

“Kegiatan pembinaan iman bagi siswa-siswi SMK Hermon saat ini, dari masing-masing agama yang mereka anut, sudah sering dan bahkan wajib dilakukan. Khusus untuk siswa-siswa Kristen, setiap hari Jumat diadakan kegiatan ibadah. Ketika siswa rajin beribadah, maka akan berdampak pada karakternya yang baik, sekaligus bisa menghindari hal-hal negatif,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Yuliana Balaesi, S.Th, selaku guru agama Kristen di SMK Hermon mengatakan, kegiatan seperti KKR Regional tersebut sangat baik untuk perwujudan pendidikan karakter siswa. Ketika siswa menyadari dosanya dan memahami karya penebusan Tuhan atas dirinya, maka akan mewujud pada kehidupan yang takut akan Tuhan. Kehidupan tersebut akan teraplikasi pada sikap hidup sehari-harinya yang patuh pada orang tua dan guru, serta bersikap baik bagi sesamanya.

“Supaya siswa dapat memahami arti dosa. Karena selama ini, beberapa siswa belum memahami makna dosa yang sesungguhnya. Melalui pembekalan iman seperti ini, siswa diharapkan memiliki karakter yang baik dan mempunyai rasa takut akan Tuhan,” katanya. (Jimmy Rungkat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment