GKI Martin Luter Timika Gelar Raker I Klasis Mimika

Bagikan Bagikan
GKI Martin Luter Timika gelar rapat kerja
SAPA (TIMIKA) -  Bertempat di  GKI Martin Luther Timika di jalan Yos Sudarso digelar Rapat kerja (Raker) I Klasis GKI Mimika Kamis (23/11) oleh Gereja GKI Martin Luther. Raker itu bertujuan menyusun buah buah program yang prioritas bagi jemaat gereja.

Kegiatan ini mengusung thema: “Datanglah Kerajaanmu yang tertulis dalam Matius 6 :10. Dan sub thema: Bersinergi dalam pelayanan, persekutuan  dan kesaksian serta pemuridan untuk membangun rumah GKI dalam semangat 500 tahun reformasi gereja.

Pelayan ibadah di persembahkan Pdt Helmi Latuheru S.Si. Dalam kotbahnya Pdt. Helmi yang mengutip  firman Tuhan dari Matius 6:10 dan Matius 9 : 35-38 menyampaikan, Kerajaan Allah adalah Allah yang bekerja. Dalam pemerintahan Allah harus memenuhi aturan yang berlaku dalam kerajaan Allah. Sehingga kita harus hidup sesuai dengan kebenaran dan kekudusan Allah. Yesus yang datang ke dunia dengan satu misi yakni agar manusia dapat di selamatkan. Dan orang berdosa dapat pengampunan.

"Tugas kita sebagai warga gereja adalah menghadirkan  kerajaan Allah dalam kehidupan kita. Cara kita menghadirkan kerajaan Allah dalam diri kita dengan melihat situasi keadaaan di sekitar kita dan memiliki hati belas kasihan," katanya.

Usai ibadah, perwakilan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika, Sekda Mimika,  Aulisius You mengatakan, melalui rapat kerja ini  diharapkan bisa  menghasilkan buah buah program yang dapat meningkatkan kinerja dan kehidupan jemaat. Dan dia berharap warga jemaat GKI ikut menciptakan  kerukunan antar umat beragama, ikut pro aktif dan berpartisipasi membangun daerah Mimika, termasuk ikut berupaya mengatasi berbagai problematika yang terjadi.

“Semua pihak diharapkan mampu menjaga ketenangan dan kejernihan dalam bertindak dan berfikir. Sehingga kita tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang menghasut masyarakat dan provokatif, dan mampu mengatasi, memandang, persoalan hidup dengan arif dan bijaksana,”ujarnya.

Dia mengajak para peserta Raker menggumuli amanat dan panggilan gereja melalui persekutuan, kesaksian serta pelayanan sebagai wujud kehadiran kerajaan Allah. Guna menolong kita dan mengevaluasi program kerja serta kinerja pada tahun pelayanan yang telah dilalui oleh warga GKI.

Merencanakan program kedepannya dengan strategis dan mutu yang lebih berkualitas dalam pelayanan jemaat GKI Mimika. Raker ini juga dijadikan wadah diskusi praktis,  teologis bagi pertumbuhan rohani dan iman jemaat di tahun pelayanan mendatang.

Raker itu dibuka secara resmi oleh Ketua  Sinode GKI di Tanah Papua Pdt Andrikus Mofu S.Th. M.Th yang ditandai dengan pemukulan tifa. Dan dia meminta peserta Raker  membahas setiap permasalahan yang terjadi di dalam gereja. Rapat ini sangat penting dan strategis untuk memfungsikan semua pengurus jemaat bekerja yang profesional dalam gereja.

Program - progran kerja selalu  bersinergi dalam pembinaan jemaat menjadi skala prioritas gereja. Persoalan yang dihantui oleh jemaat adalah kecepatan dalam berpikir. Ia mengkritik kehadiran jemaat, pelayan yang sedikit dan datang terlambat. Hal ini menunjukkan ketidakseriusan jemaat dalam melaksanakan program yang akan di kerjakan.

"Bentuk pelayanan gereja tidak bisa disamakan dengan 10 tahun yang lalu. Kemajuan teknologi saat ini harus dapat digunakan untuk meningkatan inovasi dalam pelayanan. Metode pelayanan harus berubah," katanya.

Ia menambahkan bulan Juni merupakan bulan bina keluarga dengan tema seluruh anggota keluarga harus kembali ke rumah. Seorang bapa harus menjadi imam dalam keluarga sehingga harus selalu kembali ke rumah.

"Peran orang tua harus dapat membina karakter dalam keluarga. Anak anak dan orang tua harus berkumpul di rumah," ujarnya.
Permasalahan yang terjadi saat ini merupakan kegagalan dalam rumah tangga. Permasalahan yang melilit keluarga harus dapat diatasi dengan terlebih dahulu membina keluarga. Maka, seluruh klasis dalam Raker ini harus memanfaatkan waktu yang efektif dan tidak perlu berhari hari. Raker harus fokus pada program perioritas.

"Harus berpikir cepat dan langsung di kerjakan. Program prioritas itu yang paling utama. Disusun dengan baik dan dikerjakan," jelasnya.


Pada tahun 2018 akan menjalankan program mengentri data dasar gereja. Sehingga pengurus jemaat  tahu data jumlah  jemaat secara menyeluruh. Datanya harus pas dan tidak meraba raba lagi. Selain itu juga harus aaa data aset. Harus cepat mendata tanah gereja. Setiap gereja harus memiliki sertifikat dan berkekuatan hukum. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment