Guru Honor Demo Nyaris Ricuh

Bagikan Bagikan


Guru honor "Mereka tak leleh menuntut hak-haknya"
SAPA(TIMIKA) Puluhan guru honor yang tidak pernah lelah menuntut hak-haknya dalam  aksi demo damai di depan Kantor Sentra Pemerintahan  nyaris ricuh. Kericuhan itu bermula dari puluhan guru honor menutup akses masuk Sentra Pemerintahan ketika menggelar orasi. Sementara, para pegawai berjuang masuk untuk bekerja. Beruntung anggota Satpol PP sigap meredam kericuhan itu, Senin (20/11).

Dalam aksi damai itu, mereka menyampaikan tuntutan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Kabupaten Mimika segera membayar insentif guru yang tidak pernah dibayarkan dalam anggaran tahun ini.

"Kami menuntut hak kami. Karena kami sudah bekerja untuk mendidik anak-anak selama bertahun-tahun dan banyak putera daerah yang kami sudah didik," teriak salah satu guru honor dalam orasinya di depan pintu masuk Kantor Sentra Pemerintahan.

Dari pantauan media ini, sejumlah pegawai yang hendak masuk bekerja mendesak puluhan guru membuka pintu masuk. Namun, puluhan guru tersebut tidak menggubris. Menyikapi sikap puluhan guru itu, salah satu pegawai mengaku kesal dan mengajak rekan-rekannya menerobos masuk.  Supaya mereka bisa beraktivitas kantor seperti biasa berjalan. Sehingga puluhan guru yang sedang berdemo damai itu tidak bisa dihindarkan aksi  saling mendorong dengan para pegawai yang hendak bekerja.

Akibat aksi saling dorong antara pendemo dan pegawai kantor, puluhan anggota Satpol PP yang sedang berjaga di pintu masuk cukup sigap mengamankan situasi dan meminta pengertian kedua belah pihak berpikir positif. Seorang ibu yang bekerja di Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Mimika berteriak meminta pengertian dari puluhan guru honor mengizinkan para pegawai masuk. Supaya mereka bisa bekerja seperti biasa. 

Mendengar seruan ibu tersebut, para pendemo berlunak hati dan membuka pintu masuk.  Dan para pegawai tampak  satu persatu masuk menuju kantor masing-masing. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment