Guru Terpidana Pencabulan Sejenis Di Jebloskan Ke Lapas Oleh Kejari Timika

Bagikan Bagikan

Terpidana Pencabulan di Jebloskan ke Lapas Timika

SAPA (TIMIKA) - Kejaksaan Negeri Mimika mengeksekusi  seorang guru SMP terpidana pencabulan sejenis bernama Derita Pamewa S.Pd yang ia lakukan terhadap siswanya. Eksekusi tersebut pasca terbitnya putusan Kasasi Mahkamah Agung nomor 1067 K/PID SUS/2017. Derita dijemput Tim Kejari Timika di SMP Negeri tempatnya mengajar pada Senin (13/11).

"Kami jemput di sekolah tempat terpidana mengajar sekitar pukul 10 pagi. Hampir dua jam kita berdebat dengan penasehat hukumnya melalui telpon karena terpidana menolak dieksekusi, dengan alasan tidak ada PH dan tidak ada perintah penahanan dalam putusan. Pukul 12 siang, akhirnya terpidana kami bawa ke Lapas Timika," ungkap Kajari Mimika Alex Sumarna SH MH  melalui Kasi Intelijen, Yasozisokhi Zebua SH saat dikonfirmasi Senin (13/11) malam.

Perempuan berusia 36 tahun itu, dalam putusan MA, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, telah memaksa atau membujuk anak untuk melakukan perbuatan cabul yang dilakukan oleh pendidik atau tenaga kependidikan.

Ia dikenakan pidana penjara selama enam tahun dan denda satu miliar rupiah dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka dikenakan pidana pengganti berupa pidana kurungan selama enam bulan.

"Putusan Pengadilan negeri dulu 12 tahun, naik banding di Pengadilan Tinggi turun jadi delapan tahun. Dalam putusan kasasi MA turun lagi jadi enam tahun," sebut Zebua.

Putusan kasasi itu menyebutkan, masa penangakapan dan penahanan yang telah dijalani akan dikurangkan selurujnya dari pidana yang dijatuhkan.

Adapun tim dari Kejari Mimika yang diberi tugas mengeksekusi yakni, Habibie Anwar, SH bersama Johanes Aritonang, SH dan Imelda Simbiak SH. (Ricky Lodar).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment