Insentif Tenaga Kesehatan Segera Dibayarkan

Bagikan Bagikan


Kadinkes Mimika, Philipus Kehek
SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Mimika mengatakan, saat ini dana insentif untuk tenaga kesehatan masih dalam proses administrasi. Nantinya setelah proses itu selesai maka, dinas akan segera membayarkan insentif kepada tenaga kesehatan yang berhak menerima. 

"Jadi intinya insentif untuk tenaga kontrak, tenaga sukarela tidak ada masalah. Saat ini sedang dalam proses adminitrasi,” kata Philipus Kehek, saat ditemui di RSUD Mimika, Senin (27/11).

Terkait insentif, Kehek mengakui sebenarnya berpotensi menimbulkan masalah. Tetapi, untuk mengatasi masalah yang dimaksud, dinas telah mengambil kebijakan lain. Namun sebelum itu dinas meminta dukungan dari belasan Puskesmas untuk menerapkan kebijakan itu.

"Saya coba panggil 18 Puskesmas untuk mendukung kebijakan yang kita ambil. Sehingga kedepan kita akan koordinasi dengan bagian keuangan dan Bappeda untuk bagaimana mengakomodir semua tenaga kesehatan untuk masuk dalam pembayaran insentif," tuturnya. 

Sementara itu, berbicara mengenai tenaga kesehatan menurut Kehek cukup berat. Karena disisi lain adanya permintaan untuk pengurangan tenaga kesehatan, namun, ada juga yang masih membutuhkan tenaga kesehatan seperti di daerah pedalaman.

"Kalau kita kurangi, siapa lagi yang melayani masyarakat di pedalaman? Karena pedalaman membutuhkan tenaga kesehatan," ujarnya. 

Oleh karena itu, sementara ini di Puskesmas dalam kota sudah diperintahkan untuk mengiventarisir semua tenaga kesehatan sesuai yang dibutuhkan. Apabila terdapat kelebihan maka, akan di dorong bertugas ke pedalaman. 

"Sehingga Puskesmas kita harapkan jangan merekrut lagi tenaga yang kemudian membebankan dinas. Karena selain banyak tenaga kesehatan, juga bengkak biaya yang harus ditanggung oleh dinas akibat perekrutan langsung oleh Puskesmas. Tetapi karena yangb ada ini sudah bekerja sehingga kita tetap bayar," katanya. 

Mengenai besaran insentif yang akan diterima, sebelumnya sudah ada pertemuan dengan semua kepala Puskesmas yang selanjutnya hasil pertemuan itu di sosialisasikan ke tenaga kesehatan. 

"Kita sepakat untuk tenaga didalam kota insentifnya 2,5 juta, akan kita kurangi 1,5 juta untuk kita bayar tenaga honorer. Sedangkan 1 juta kita ambil untuk kasih yang lain yang belum masuk namanya ke rekapan atau tenaga sukarela," jelasnya. (Albin) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment