Insentif Tidak Cair Ada Pembiaran Hukum

Bagikan Bagikan

Demo guru honorer tuntut hak Insentif

SAPA (TIMIKA) - Dengan belum dicairnya Insentif bagi guru honorer se Kabupaten Mimika yang hingga saat ini belum terealisasi, Komunitas Masyarakat Adat Papua Anti Korupsi (KAMPAK) mengklaim, adanya pembiaran dari aparat penegak hukum. Sebab, aksi penuntutan telah dilakukan sejak bulan Juli lalu namun hingga saat ini belum ada titik terang. sedangkan laporan telah dilimpahkan kepada pihak Kepolisian.

"Ini ada upaya pembiaran dari aparat kepolisian. Dalam hal ini Kapolres tidak bertindak untuk menelusuri laporan dari para guru. Padahal Kapolres sendiri yang mengusulkan untuk menempuh jalur hukum. ini ada apa kah? ini menyangkut hak para guru yang sudah mengabdi untuk membangun mimika dengan cara mendidik anak-anak kita di Mimika," ungkap Sekjen KAMPAK Papua wilayah DKI Jakarta, Johan Rumkorem kepada Salam Papua ketika mengikuti aksi penuntutan pencairan Insentif guru di Gerbang masuk kantor Pusat Pemerintahan (Puspem), SP 3, Distrik Kuala Kencana, Senin (13/14).

laporan penyelewengan insentif telah dilapokan ke Tipikor Polres Mimika termasuk ke Kapolda Papua agar kasus insentif segera diatasi.

Menurut Johan, yang diinginkan oleh seluruh solidaritas guru dan KAMPAK yaitu, kepolisian harus segera menangkap Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud), Jenni Ohestin Usmani karena telah meresahkan seluruh guru di Timika.

Pemberian insentif menurut dia, merupakan amanah pemerintah pusat untuk mensejahterakan para tenaga pendidikan. Akan tetapi yang terjadi di Mimika semua guru honorer telah ditelantarkan.

ia menambahkan, terkait insentif juga sudah jelas tertuang dalam DPA, bahwa telah ada Rp 17, 8 miliar yang disediakan untuk guru oleh Dispendasbud.

"Terus kenapa ini tidak dicairkan. Satu lagi keresahan para guru, kenapa Kafispendasbud malam mengutamakan pemberian insentif kepada guru yang baru diangkatnya. sedangkan mereka yang sudah lama ini tidak dihiraukan," ujarnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment