KAMPAK Papua Minta Kapolres Mimika Dicopot

Bagikan Bagikan

Sekjen KAMPAK, Johan Rumkorem

SAPA (TIMIKA) – Komunitas Masyarakat Adat Papua Anti Korupsi (KAMPAK) wilayah Papua meminta Kapolres Mimika, AKBP Viktor Mackbon  dicopot dan diganti dengan yang lain. Permintaan ini disampaikan berdasarkan hasil evaluasi  kinerja dalam pengungkapan persoalan korupsi di Mimika.

“Salah satu yang tidak digubris oleh Kapolres adalah laporan penyelewengan dana insentif guru yang telah lama dilaporkan oleh para guru kepada Kapolres. Kenapa laporan para guru tidak digubris? Ini menimbulkan curiga adanya keterlibatan kepolisian dalam persoalan insentif ini,” ungkap Sekjen KAMPAK Papua wilayah  DKI Jakarta, Johan Rumkorem kepada awak media di gerbang masuk Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem), SP 3 ketika hadir bersama ratusan guru dalam aksi penuntutan insentif, Senin (13/11).

Tidak digubrisnya laporan para guru honor dalam mengungkap penyelewengan insentif tersebut dinilainya telah melanggar perintah Presiden Jokowidodo. Diakuinya, Jokowi telah meminta seluruh jajaran pemerintahan termasuk lembaga penegak hukum untuk serius dalam pengawasan dan pengungkapan kasus korupsi terhadap dana pendidikan, kesehatan dan Dana Desa.

“Kami akan tuntut Kapolri dan Kapolda untuk segera menggantikan atau mencopot Kapolres Mimika. Masih banyak calon-calon anggota polisi yang bisa menjabat sebagai Kapolres di Mimika. Kami heran laporan sudah dimasukan sejak lama, tapi sampai saat ini tidak digubris. Ini kenapa?,” ungkapnya.

Terkait dengan persoalan insentif guru di Mimika, menurut dia, Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Mimika, Jenni Ohestin Usmany merupakan salah satu tindakan penyelewengan atau korupsi  yang diakui negara sebagai tindak kejahatan yang luar biasa. Dengan demikian, berdasarkan data yang dihimpun dan dilampirkan dalam laporan ke kepolisian, maka tugas Kapolres Mimika harus menangkap yang bersangkutan.

Kalau memang Kapolres tidak mampu, kami akan berusaha agar Kapolri yang akan turun tangan. Kenapa hanya diam saja, laporan yang sudah diberikan itu dibaca dan cari Kadispendasbud dan penjarakan dia,” tuturnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment