Kapolda dan Pangdam Kunjungi Warga Pengungsian

Bagikan Bagikan


Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih mengunjungi Ppengungsi
SAPA (TIMIKA) - Rombongan Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar bersama Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI George Enaldo Supit bersama rombongan mengunjungi warga pengungsian yang di tampung di Gedung Graha Eme Neme Yaware, sekitar  pukul 09.00 Wit, Selasa (21/11).

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, sebanyak 800 lebih warga sudah sampai dalam perjalanan dari Banti dan Kimbeli ke Timika, dan terdapat 52 warga mendapat perawatan jalan dan sebanyak 290  warga yang merupakan usia anak-anak yang mendapat perawatan rawat inap.

"Ada 52 warga yang rawat jalan dan 290 itu yang rawat inap," kata Boy Rafli saat ditemui wartawan di halaman Gedung Graha Eme Neme Yaware, Selasa (21/11).

Boy Rafli mengungkapkan, Pemkab Mimika telah persiapkan sarana dan prasarana  terhadap warga pengungsi. TNI-Polri akan tetap melakukan pendampingan agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal berkaitan dengan perawatan ekstra, baik fisik maupun psikis masing-masing warga.

Kedua tokoh itu berharap ada pendampingan dan pelayanan dari Pemkab Mimika terhadap warga pengungsian bisa berjalan baik dan berhasil untuk mendorong kondisi warga, baik dari sisi fisik dan psikis semua membaik mulai dari kemarin.

"Pemda sudah memulai dan kita terus melakukan pendampinganlah agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal," ujarnya.

Sementara itu Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI George E Supit mengatakan, Pemda Mimika sudah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung bagi warga ini. Walau mereka sudah berbuat masih terkesan tidak maksimal.

Menurutnya, warga yang diungsikan baru sehari dan belum tahu sampai kapan ratusan warga tersebut akan bertahan di tenda pengungsian. Apabila kebutuhan warga tersebut tidak segera disiapkan sarana dan prasarananya, seperti makan, minum, MCK. Kondisi itu  akan berdampak dan menimbulkan masalah baru.

"Persiapan dari Pemda tidak maksimal, ini baru sehari.  Yah kalau sudah berhari-hari kalau  tidak segera ditangani dan disiapkan sarana dan prasarananya, khususnya yang berkaitan dengan hajat hidup orang nanti akan timbul masalah baru. Saya lihat Pemda sudah lakukan itu dan tentunya secara bertahap mudah-mudahan sehari dua hari ini bisa segera diselesaikan," tuturnya.

Menanggapi kesiapan dari Pemkab Mimika yang belum maksimal, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Kabupaten Mimika Marthen Paiding mengatakan, sejauh ini Pemkab Mimika telah memberikan bantuan kepada para pengungsi. Namun masih terdapat banyak kekurangan, sehingga menjadi sorotan dari berbagai pihak.

"Jadi sebenarnya kita sudah berikan yang terbaik tapi disini masih terdapat kekurangan disana-sini," kata Marthen.

Pemkab Mimika melalui instansi terkait yang berkaitan dengan penanganan warga pengungsian tetap harus berada di lokasi pengungsian untuk melayani. Sampai ada kejelasan mereka akan kembali ke kampung Banti dan Kimbeli atau menetap di Timika.

"Intinya Pemda ada disini melalui instansi terkait yang nanti ditempatkan disini. Intinya kami pemda mimika tetap stay disini untuk melayani," katanya. (Ricky Lodar).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment