Kapolres Serius Selesaikan Kasus Penganiayaan Wartawan

Bagikan Bagikan

Rapat dengar pendapat DPRD Mimika dengan Kapolres Mimika

SAPA (TIMIKA) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika melakukan rapat dengar pendapat dengan Kapolres Mimika, perwakilan dari Satuan Pamong Praja (Satpol) PP .Pertemuan ini dilakukan sebagai tindak lanjut pertemuan DPRD dengan para wartawan Senin (13/11) kemarin terkait pengeroyokan yang dilakukan oknum kepolisian kepada wartawan di Timika.

Kapolres Mimika Viktor Moekbun menyampaikan permintaan maaf terkait pengeroyokan yang dilakukan oleh anggotanya. Dalam pertemuan ini Kapolres menyampaikan kronologis awal yang bermula dari pasar malam.

"Saya menyayangkan penganiayaan yang dilakukan oleh anggota kami. Kami sudah memeriksa 13 orang anggota kepolisan yang diduga melakukan penganiayaan. Mereka sudah ditahan saat ini. Pemeriksaan dilakukan oleh pihak provost dan penahanan sudah dilakukan oleh pihak provost. Penahanan belum dilakukan oleh kasat Reskrim katena masih menunggu hasil pemeriksaan dari korban," katanya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf Kapolda Papua terkait kejadian ini. Kapolda berpesan semua anggota kepolisian sama di bawah hukum sehingga harus dilakukan proses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kapolres menambahkan dalam kepolisiaan itu ada 2 sanksi yang di berikan yakni dari internal dan eksternal. Untuk internal terkait kode etik sedangkan untuk eksternal terkait hukum pidana.

"Secara internal sudah melakukan pelanggaran. Ketika melakukan penjemputan tanpa surat resmi merupakan internal. Tapi ketika dilakukan penjemputan dan kemudian dilakukan penganiayan maka termasuk sanksi eksternal," ujarnya.

Kapolres berjanji bahwa kasus ini akan di proses sesuai dengan hukum yang berlaku dan di lakukan secara terbuka.

"Saya tidak akan main-main untuk mengusut kasus ini. Akan diproses secara hukum dan terbuka. Wartawan bisa mengawalnya karena setiap hari mereka selalu ada di Polres," tegasnya.

Terkait pasar malam, Kapolres menjelaskan kepolisian hanya memberikan izin keramaian saja. Kalau izin yang lain berasal dari Pemerintah Daerah (Pemda). Apabila ada dampak yang mengakibatkan kriminal maka pasar malam setuju akan di tutup.

Anggota DPRD Yohanes Kibak mengatakan hukum yang sama harus di tegakkan sehingga buat anggota yang terlibat penganiayan jangan ditutup-tutupi tetapi harus dilakukan secara terbuka. Terkait keberadaan pasar malam. Ia menegaskan Kapolres harus tutup.

"Jangan sampai ada lagi kejadian yang lebih besar lagi baru Kapolres tidak segera menutup pasar malam. Saya kuatir besok-besok akan terjadi pembunuhan di pasar malam. Kalau sudah kejadian seperti itu siapa yang bertanggung jawab. Saya minta pasar malam harus tutup," jelasnya.

Anggota DPRD Karel Dwijangge mengatakan sangat menyayangkan kejadian ini. Wartawan sudah bersuara melalui organisasi mereka sehingga Kapolda sudah meminta maaf yang diwakili oleh Kapolres Mimika.

Menurutnya kejadian ini merupakan hal yang serius. Ia juga menyinggung terkait pasar malam. Menurutnya pasar malam merupakan ajang permainan judi sehingga perlu ditutup.

Hal senada juga disampaikan anggota DPRD Robertus Waraopea. Ia mengatakan pelaku pengeroyokan harus di proses hukum secara terbuka. Tidak hanya itu, ia juga meminta agar Kapolres melakukan pembinaan moral dan mental terhadap  anggota kepolisian yang ada di Kabupaten Mimika.

Anggota DPRD Yohanes Wantik menyoroti aksi kepolisian mengeluarkan tembakan di pasar malam. Kontrol Kapolres terhadap bawahannya sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat di Timika.

Anggota DPRD juga meminta kepolisian untuk memeriksa anggota Satpol PP yang terlibat dalam pengeroyokan terhadap wartawan. Karena waktu kejadian ada salah satu oknum anggota satpol PP yang terlibat.

Dalam rapat dengar pendapat ini menyimpulkan kejadian tersebut mendapat perhatian serius dari pihak Polri. Proses hukum akan terus dilanjutkan. Waktu penyelesaian kasus tersebut tidak dapat di tentukan tapi akan dilakukan secara tuntas. DPRD tidak akan ada lagi rapat dengar pendapat terkait kasus yang sama.
Seluruh peserta rapat sepakat pasar malam segera di tutup. Peredaran Minuman keras juga harus dapat diatasi.

Dalam rapat dengar pendapat ini di hadiri sejumlah anggota DPRD Kabupaten Mimika, Kapolres Mimika dan jajarannya perwakilan Satpol PP dan sejumlah wartawan. Sidang dipimpin oleh Saleh Alhamid dan Nataniel Murib. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment