Kasus DD dan Petrosea Segera Disidangkan PN

Bagikan Bagikan

Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Timika, Joice Mariai

SAPA (TIMIKA) - Pengadilan Negeri (PN) Timika, segera menyidangkan kasus penistaan seorang tokoh agama dengan terdakwa DD, staf Dinas Pendidikan Menengah Kabupaten Mimika dan kasus pengrusakan Kantor PT Petrosea oleh karyawan mogok PT Freeport Indonesia.

Kepala Seksi Pidana Umum pada Kejaksaan Negeri Timika Joice Mariai di Timika, Selasa (14/11), mengatakan berkas dan tersangka DD telah dilimpahkan ke PN Timika sejak beberapa waktu lalu. "Persidangan terdakwa DD akan dilakukan dalam pekan ini," kata Joice.

Joice berharap persidangan tersangka DD di PN Timika berlangsung lancar. Para pihak diminta turut mengawal proses persidangan tersangka DD dengan tidak melakukan hal-hal yang bisa mengganggu jalannya persidangan tersebut.

"Kita harapkan seperti itu. Meskipun kasus ini menjadi atensi kita semua, namun diharapkan semua pihak ikut mendukung kelancaran proses persidangan kasus ini," katanya.

Tersangka DD diproses oleh penyidik Polres Mimika lantaran unggahannya dalam status facebook dinilai menista dan melecehkan seorang Pastur Hardianus Warjito yang ikut dalam aksi demo damai guru-guru kontrak di depan Kantor Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Mimika pada 24 Juli 2017.

Pada unggahan facebook tersebut, tersangka DD mengunggah foto Pastur Hardianus yang ikut demo dengan memberikan keterangan yang dianggap kurang pantas dan mencemarkan nama baik serta menyebarkan kebencian terhadap individu suku, kelompok, atau agama.

Atas perbuatannya itu, DD terancam pidana yang cukup berat sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik serta Pasal 157 ayat (1) KUHP tentang pencemaran nama baik.

Guna melengkapi penyidikan kasus ini, Polres Mimika telah meminta keterangan saksi ahli dari Jakarta, baik ahli bahasa, ahli ITE, dan ahli pidana.

Selain Kasus DD, Joice mengatakan,  Kejaksaan Negeri Timika menyatakan berkas kasus pengrusakan fasilitas kantor dan kendaraan milik PT Petrosea yang dilakukan sejumlah karyawan mogok PT Freeport Indonesia pada Sabtu (19/8) sudah lengkap dan segera disidangkan di PN Timika.

"Dari semua kasus pengrusakan berbagai fasilitas milik PT Freeport di Check Point 28, Terminal Gorong-gorong dan PT Petrosea itu, baru satu satu kasus yaitu pengrusakan fasilitas kantor dan kendaraan milik PT Petrosea yang sudah P-21(lengkap,red). Kami sedang merampungkan berkas dakwaannya untuk segera diajukan ke PN Timika," kata Joice.

Joice mengatakan kasus unjuk rasa anarkis mantan karyawan PT Freeport dan sejumlah perusahaan subkontraktornya pada Sabtu (19/8) itu dibagi dalam empat berkas dengan jumlah tersangka sebanyak delapan orang.

Adapun untuk tiga berkas yang lain yaitu pengrusakan dan pembakaran fasilitas milik PT Freeport di Check Point 28, Terminal Gorong-gorong, alat berat dan kendaraan logistik PT Freeport masih dikembalikan ke penyidik Polres Mimika guna dilengkapi.

"Ada petunjuk yang kami berikan kepada penyidik untuk dilengkapi seperti penghasutan yang harus dicari siapa aktor utamanya," kata Joice.

Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon beberapa waktu lalu mengatakan jajarannya telah menetapkan 10 orang tersangka kasus unjuk rasa anarkis mantan karyawan PT Freeport dan perusahan subkontraktornya di Timika beberapa waktu lalu.

Dari 10 tersangka itu, tiga orang disangka melakukan penghasutan atau memprovokasi massa untuk melakukan perusakan dan pembakaran fasilitas milik PT Freeport. Ketiga tersangka itu masing-masing berinisial EY, JY dan AS.

Mereka dikenakan Pasal 160 KUHP karena teridentifikasi melakukan penghasutan atau memprovokasi rekan-rekannya untuk melakukan pengrusakan dan pembakaran berbagai fasilitas milik PT Freeport.

"Kami terus mengembangkan kasus ini untuk mencari aktor intelektual dari kegiatan demo anarkis tersebut. Tidak tertutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka lainnya," kata AKBP Victor. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment