Kelompok Bersenjata Mau Perang dan Merdeka

Bagikan Bagikan

Kelompok bersenjata yang diduga berada di wilayah Tembagapura.


*Bupati Pastikan Bantuan Bama ke Banti

SAPA (TIMIKA) - Bupati Mimika Eltinus Omaleng memastikan bahwa hari ini (Sabtu 4/11), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika akan menyerahkan bantuan berupa bahan makanan (Bama) untuk masyarakat yang berada di Kampung Banti, Distrik Tembagapura.

“Kita tetap kirim bantuan bama kesana, karena kami sudah siapkan dan besok (Hari ini-Red) sudah mau kirim ke atas (Banti), tinggal bagaimana caranya Polri dan Dandim bisa atur untuk antar ke masyarakat," kata Eltinus di Pendopo Rumah Bupati, Jumat (3/11).

Selanjtnya terkait perkembangan proses negosiasi dengan kelompok bersenjata di Tembagapura, bupati menjelaskan, sudah ada beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama di Banti yang ia minta untuk melakukan komunikasi dengan kelompok bersenjata, tetapi mereka tidak berani melakukan itu. Sebab menurutnya, anggota kelompok bersenjata yang melakukan aksi teror penembakan bukan hanya terdiri dari masyarakat Amungme, melainkan masyarakat campuran.

“Kalau Amungme sendiri yang ada disana, mungkin bisa kita bicara. Tetapi ini kelompok yang datang dari mana-mana masuk dan sudah dekati mereka (Kelompok bersenjata-Red). Saya juga hari itu sudah komunikasi dengan mereka, dan mereka bilang kalau mereka tidak mau keluar masuk, tetapi bertahan untuk perang dan mau merdeka. Itu intinya yang mereka bicarakan ke saya,” jelas Bupati.

Hingga kini, kata bupati, tim negosiasi masih berkomunikasi dengan masyarakat yang ada di Kampung Banti.

"Intinya masyarakat takut dan tidak mau terlibat dalam hal itu. Kalau kita bisa terima bentuk tim, siapa yang berani masuk ke kelompok bersenjata, tokoh-tokoh masyarakat saja angkat tangan, Pendeta saja angkat tangan. Sehingga sekarang lebih baik kita kembalikan apa yang mau dilakukan TNI/Polri, tetapi kita terus mengupayakannya,” katanya.

Saat berkomunikasi via telepon dengan kelompok bersenjata, mereka meminta bupati mengajak wartawan, dengan maksud menyampaikan hal yang diinginkan kelompok bersenjata. Namun, hal itu tidak terjadi.

"Pada saat berkomunikasi dengan kelompok bersenjata, sebenarnya hari itu saya mau ajak wartawan ketemu mereka. Karena mereka ingin di ekspos ke luar, bahkan mereka izinkan bupati sendiri dan wartawan, tetapi itu tidak jadi,” ungkap bupati. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment