Kemensos Bantu Kasur dan Selimut

Bagikan Bagikan


Marthen Paiding
SAPA (TIMIKA) - Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Mimika Marthen Paiding, M.MT mengatakan, tadi malam Kementrian Sosial Republik Indonesia (Kemensos)  memberikan bantuan berupa 600 buah selimut dan 30 matras (kasur) untuk korban pengungsian di Gedung Graha Eme Neme Jaware, Senin (20/11) malam.

"Tadi malam itu bantuan dari Kemensos ada 30 matras (tempat tidur) dan selimut sebanyak 600 buah," katanya saat ditemui wartawan di halaman Gedung Graha Eme Neme Jaware, Selasa (21/11).

Kemensos akan menambah bantuan berupa matras dan juga selimut serta keperluan lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat. "Jadi nanti mereka (Kemensos) akan tambah lagi," jelas Marthen.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mimika, Petrus Yumte mengklaim, saat ini Dinsos telah kehabisan dana Bantuan Sosial (Bansos) untuk disalurkan dalam membantu masyarakat korban bentrok senjata antara aparat keamanan dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Kimbeli dan Banti, Distrik Tembagapura yang saat ini telah diungsikan dan ditampung di Graha Eme Neme Yauware (ENY).

“Kita punya dana mungkin sudah habis. Karena kemarin-kemarin kita sudah habiskan untuk pendistribusian ke korban longsor. Sekarang kita dalam posisi tidak ada dana sama sekali. Kita hanya bisa mengharapkan sumbangan dari pihak lain saja,” kata Petrus di halaman Graha Eme Neme Yauware (ENY), Selasa (21/11).

Petrus juga mengakui pesimis dengan kekuatan dana yang tersedia saat ini. Sebab, masih belum mengetahui secara pasti berapa lama masyarakat pengungsi berada di Graha ENY.

Sedangkan berdasarkan kalkulasi panitia bagian konsumsi, terhitung dengan penyaluran makanan bagi masyarakat yang dievakuasi beberapa hari lalu di Gedung Tongkonan, berdasarkan perhitungan tiga kali makan sehari, dana yang digunakan  bisa mencapai 70 hingga 75 juta rupiah perhari.

“Terus kita mau bagaimana? Untuk Bansos di Dinsos saat ini memang benar-benar kosong. Tapi tidak tahu kalau didiskusikan dengan petinggi Pemkab mungkin akan ada dana. Memang ini merupakan bencana yang darurat, tapi kita juga memang kehabisan dana,” tutur Petrus.

Di samping itu, Asisten III Bidang Pendidikan, Pemkab Mimika, Alfred Douw mengungkapkan belum bisa memastikan besaran anggaran yang harus dikeluarkan untuk membiayai keberlangsungan hidup masyarakat pengungsi tersebut. Namun saat ini, Pemkab telah melibatkan seluruh Satuan kerja perangkat Daerah (SKPD) untuk melayani ratusan masyarakat di kamp pengungsian.

“Sekarang sudah ada dari Dinas Kesehatan yang menangani masyarakat yang sedang sakit. Bahkan yang tidak sakit pun diberikan pencegahan. Karena memang kondisi masyarakat sangat prihatin. Kemudian dari dinas lain juga ada yang siapkan dapur untuk masak-masak,” kata  Alfred.

Terkait dengan fasilitas lain seperti WC umum, diakuinya telah mencukupi fasilitas MCK. Dan untuk dapur serta gudang penyediaan makanan juga sudah mencukupi.

Keberadaan para pengungsi menurutnya akan dilakukan koordinasi dengan Bupati Eltinus Omaleng, SE.MH untuk memberikan kepastian penanganan selanjutnya.

“Nanti akan dibicarakan kembali persoalan ini. Apakah nanti akan dikembalikan ke rumah masing-masing atau  ke rumah keluarga, itu akan dibicarakan bersama. Kita tidak tahu berapa lama mereka harus ditampung di ENY,” ujarnya. (Salma-Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment