KKB atau Petrus Lawan atau Kawan?

Bagikan Bagikan


BAHWA di Papua, termasuk di wilayah pegunungan tengah dan secara khusus Kabupaten Mimika ada kelompok warga yang ingin melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan sesuatu yang tidak bisa dipungkiri. Setelah gagal merdeka pada 1 Desember 2000, kelompok warga ini masih melakukan sejumlah kegiatan diantaranya pengibaran bendera Bintang Kejora menjelang atau tepat pada tanggal 1 Desember.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, peringatan 1 Desember adem ayem saja, walau TNI dan Polri masih terus siaga pada tanggal tersebut. Apakah kelompok warga ini sudah lelah dan memilih berdiam diri? Ataukah sudah pasrah pada keadaan? Atau memilih jalur dan cara lain untuk memperjuangkan keinginannya ini?

Menariknya, disisi lain, kasus penembakan di area kerja PT Freeport Indonesia (PTFI) justru semakin rutin terjadi. Walau disejumlah kasus, aparat keamanan telah turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), menemukan sejumlah bukti, diantaranya selongsong peluru. Barang bukti (BB) ini sudah dikirim ke instansi berwenang untuk diteliti berasal dari senjata jenis apa, milik siapa dan lain sebagainya. 

Namun sejauh ini, pihak keamanan belum mengumumkan secara terbuka hasilnya. Akibatnya kemudian timbul banyak opini negatif yang berkembang liar di masyarakat.
Satu per satu kasus penembakan di area PTFI berlalu begitu saja. Sampai muncul kasus penembakan yang baru, kasus lama lenyap entah ke mana. Keluarga dari karyawan korban penembakan seakan dibiarkan terus hanyut dalam kesedihan dan kedukaan tak bertepi. Tidak jelas sampai kapan baru bisa mendapat jawaban pasti siapa pelakunya.

Uniknya, setiap kali terjadi kasus penembakan di area PTFI, dalam waktu singkat, sudah muncul opini yang dikembangkan pihak tertentu, dibagikan ke semua media massa, bahwa pelaku penembakan adalah kelompok kriminal bersenjata (KKB). Pertanyaannya apakah benar KKB ini ada? Siapa-siapa saja mereka ini (asal suku dan marganya)? Berapa jumlahnya? Markasnya di mana? Senjata jenis apakah yang digunakan?  Apakah motif mereka? Apakah yang mereka ingin dapatkan dari aksi penembakan tersebut, minimal dari PT Freeport? KKB ini terlatih atau tidak? 

Kalau memang benar, KKB adalah pelaku penembakan, mengapa aparat keamanan tidak mengumumkan saja, minimal jenis peluru dan jenis senjata yang digunakan oleh KKB ini pada aksi-aksi sebelumnya? Kenapa ini didiamkan? Apakah karena hasilnya belum ada? 

Dalam kondisi seperti ini, wajarlah bila ada pihak atau warga yang menduga pelakunya bukan KKB, tapi mungkin saja kelompok Penembak Misterius alias Petrus. KKB hanya dijadikan sebagai tameng untuk melindungi si Petrus ini. Dugaan pelakunya Petrus karena tembakannya selalu tepat sasaran yakni bagian depan mobil, bahkan tepat pada posisi sopir. Ini hanya bisa dilakukan orang yang sudah terlatih. Petrus ini juga cerdas dan cerdik,  setelah melakukan penembakan,  maka akan segera melakukan upaya lain untuk pengalihan opini. 

Kasus pembakaran lima kios di Kampung Utikini pada Minggu (5/11) dini hari juga menimbulkan banyak dugaan. Apakah benar dilakukan KKB? Apakah benar itu kios atau bukan kios? Kalau benar kios, apakah itu milik warga atau bukan? Karena sudah menjadi rahasia umum kios-kios di Utikini, Banti dan sekitarnya, milik oknum-oknum yang punya kepentingan dengan pendulang emas. Patut juga diduga pembakaran ini bagian dari pengalihan opini untuk melindungi si Petrus.

Lalu siapakah Petrus ini? Apakah benar ada? Bisa ya, bisa tidak. Mungkin saja ada pihak lain yang tahu siapa Petrus ini, tapi enggan mengungkapkannya karena alasan tertentu. Wajar juga Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengkhawatirkan ada orang lain di balik KKB ini. Kalau KKB ini semua dari Suku Amungme, maka Bupati Mimika menjamin bisa melakukan negosiasi untuk menghentikan aksi ini. Bahkan Bupati Mimika juga mengakui pemuka agama seperti Pendeta pun takut masuk dalam tim negosiasi dengan KKB. Mengapa mereka takut? Ini bisa saja terjadi karena sulit diketahui siapa-siapa saja KKB itu, apakah lawan atau kawan (orang yang dikenal)?

Lalu siapakah sesungguhnya pelaku penembakan, KKB atau Petrus? Jawaban pastinya baru bisa diketahui kalau ada pelaku yang berhasil ditangkap oleh aparat keamanan. Sepanjang belum ada yang ditangkap, wajar saja masyarakat bebas beropini dan dugaan diarahkan ke siapa saja. Apakah mungkin akan ada pelaku yang berhasil ditangkap? Lalu kapan penembakan ini akan berakhir? Mari kita dukung semua upaya yang dilakukan aparat keamanan untuk menuntaskan kasus ini. Dan mari kita tunggu hasilnya. (Yulius Lopo)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment