KKB Putuskan Jalan 1.300 Warga belum Dievakuasi

Bagikan Bagikan

Kapolda Papua, Irjen Pol. Boy Rafly Amar

SAPA (TIMIKA) - Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah memutuskan jalan yang menghubungkan Tembagapura-Kimbeli dan Banti di tiga titik. Sementara, 1.300 warga Banti dan Kimbeli belum dievakuasi.

"Ada tiga titik jalan yang diputus oleh KKB, dan ini memperkuat niat dari KKB untuk melakukan isolasi terhadap masyarakat," kata Irjen Boy Rafli, kepada wartawan ketika menggelar konferensi pers di Timika, Kamis (16/11).

Boy juga mengatakan tiga titik jalan yang dirusak oleh KKB tersebut dimaksudkan agar masyarakat di perkampungan Tembagapura berkumpul di satu wilayah untuk memudahkan kelompok tersebut melakukan pengawasan. Selain itu daerah yang sengaja diisolasi tersebut digunakan sebagai titik kumpul anggota KKB.

"Dengan tindakan yang dilakukan oleh KKB, maka ini mempertegas warga tidak boleh keluar dari kampung. Dan jalan yang dirusak ada tiga titik, semuanya antara Banti dan kimbeli," ujarnya.

Dengan kondisi jalan yang dirusak tersebut, kata Boy, akan mempersulit proses evakuasi warga dan perlu untuk diperbaiki terlebih dahulu. Sebab jika warga disuruh untuk berjalan kaki maka maka membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam dengan kondisi medan yang menanjak.

"Kalau yang dievakuasi ini masih muda mungkin bisa cepat. Tapi bagaimana keselamatan mereka saat jalan kaki. Ini yang kami pikirkan terhadap hal itu," katanya.

Untuk itu pihak keamanan (TNI dan Polri) terus melakukan negosiasi agar masyarakat bisa keluar dari kampung tanpa adanya ancaman. Termasuk langkah-langkah dalam mendistribusikan bahan makanan ke kampung-kampung.

"Kami masih pikirkan upaya-upaya penyelamatan masyarakat, agar bisa keluar dari kampung. Dan kami harap semua bisa dilakukan, agar masyarakat merasa aman dan nyaman tanpa ada tekanan dan ancaman. Ini dilakukan, agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan dan sebagainya," katanya.

 1.300 Warga Belum Dievakuasi

Aparat gabungan TNI dan Brimob hingga kini belum berhasil mengevakuasi 1.300 warga sipil yang terisolasi di Kampung Banti dan Kimbeli karena dua kampung itu masih diduduki dan dikuasai KKB.

"Upaya evakuasi warga sipil tetap kami lakukan. Dalam Satgas Terpadu sudah ada pembagian tugas, ada yang mengupayakan dialog dengan para tokoh, ada tim kesehatan yang menangani warga yang sakit dan membutuhkan bantuan pangan, ada juga tim yang melakukan patroli dan penegakan hukum agar para pelaku penembakan bisa terungkap dan tertangkap," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal, di Timika, Kamis (16/11)

Dia mengatakan upaya evakuasi warga sipil itu terus dilakukan oleh aparat dengan membangun dialog dengan para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama di wilayah Tembagapura maupun dengan KKB.

Alasannya meminimalkan risiko terhadap seribuan warga sipil itu, hingga kini aparat gabungan TNI dan Polri belum mengambil tindakan tegas untuk merangsek masuk ke Kampung Banti, Kimbeli, dan sekitarnya yang dikuasai KKB.

"Situasi yang terjadi di Tembagapura itu berbeda dengan bencana alam, sehingga benar-benar perlu mendapat atensi bersama, mengingat di sana ada sekelompok orang yang mengisolasi masyarakat dengan menggunakan senjata api sehingga masyarakat berada dalam kondisi tekanan atau intimidasi maka kita tidak mau ada efek yang lebih besar kepada anggota kita maupun kepada masyarakat. Upaya yang dibangun saat ini bagaimana memperkecil efek itu," katanya.

Menyikapi semakin banyak masyarakat Banti, Kimbeli dan sekitarnya yang membutuhkan bantuan pangan saat ini, aparat terus menyediakan logistik di sekitar kantor Polsek Tembagapura. Warga diharapkan datang mengambil sendiri bantuan pangan di sekitar kantor Polsek Tembagapura dengan berjalan kaki dari kampung mereka.

Bantuan pangan tidak bisa didistribusikan dengan kendaraan ke kampung-kampung itu lantaran sudah dikuasai oleh KKB. Bahkan ruas jalan Tembagapura-Kimbeli-Banti dilaporkan telah dirusak dengan cara digali menggunakan alat berat milik salah satu perusahaan kontraktor yang mengerjakan ruas jalan Opitawak-Aroanop. (Red/Ant)





Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment