KKJB Desak Pemkab Evakuasi Warga Banti

Bagikan Bagikan
Imam Parjono
SAPA (TIMIKA) - Ketua Umum Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) Mimika, Imam Parjono mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika untuk segera melakukan evakuasi warga di Banti, tidak hanya warga asli Papua tapi juga warga dari suku lain seperti Jawa, Toraja, Buton dan Bugis yang mencari nafkah di sana.


“Beberapa hari yang lalu, saudara kami datang ke sini mengadukan masalah pendulang di Tembagapura  yang berjumlah 500  orang dan tidak bisa berbuat apa lantaran bahan makanan yang tersedia sudah hampir habis,” kata  Parjono di Sekretariat KKJB Jalan Budi Utomo Ujung. Jumat (3/11).

Menurut Parjono, selain 500 warga yang berada di Banti, warga di Utikini dan Kimbeli juga perlu dievakuasi.

“Mereka ada di tiga tempat yakni 113 orang di Utikini, Banti dan Kimbeli. Jumlah pasti warga di sana, kami masih tunggu datanya dari sana,” ujarnya.

Dijelaskan, kondisi di tiga tempat tersebut semakin parah lantaran upaya pemerintah daerah yang lamban dalam proses evakuasi warga.

“Khususnya yang di Utikini. Warga disana tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena tidak bekerja. Bahan makanan tinggal satu minggu ke depan. Melalui telepon tadi, mereka mengatakan stok bahan makanan akan habis hari Minggu,” kata Parjono.

Parjono mengatakan, warga yang berada disana takut  karena diteror oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Salah satu pendulang, Jarwo memberi laporan mereka  tidak bisa kembali ke sini karena dari belakang Utikini dan di jalan Banti telah dijaga oleh KKB,” ujar Parjono.

Dikatakan, selain kasus pemerkosaan terhadap Mama L yang sedang hamil 4 bulan, terdapat pula proses penjarahan di sejumlah kios yang ada.

“Setelah mendapatkan laporan dari pendulang, saya sudah mengomunikasikan kepada Kapolres, Dandim, Bupati dan Wakil bupati. Dan sampai sekarang saya tidak tahu apa yang dilakukan pemerintah dan pihak keamanan,” kata Parjono.

Parjono mengatakan KKJB bersama kelompok panguyuban lain akan mengadakan pertemuan guna membahas langkah untuk membantu mengevakuasi warga  di Banti dan sekitarnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment