Komisi VII DPR RI Gelar Penguatan Ilmu Pengetahuan Bagi Petani

Bagikan Bagikan

Kegiatan penguatan pengetahuan petani.


SAPA (TIMIKA) - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar kegiatan penguatan pengetahuan petani yang bertujuan agar hasil panen petani bisa lebih baik dan berkembang. Kegiatan ini merupakan kerjasama Komisi VII DPR RI dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Kegiatan yang digelar di Hotel Grand Tembaga ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh kelompok tani yang ada di Kabupaten Mimika, mulai dari SP 1 sampai dengan SP 13, Rabu (8/11).

Anggota Komisi VII DPR RI, Peggy Patricia Pattipi mengatakan ini merupakan upaya penguatan ilmu pengetahuan bagi para petani, dan merupakan bagian dari program kerja Komisi VII dalam melaksanakan kegiatan di daerah. Diharapkan dari kegiatan ini akan memberikan kualitas yang baik terhadap hasil pertanian maupun perkebunan kelompok tani yang ada di Mimika agar mampu bersaing dengan hasil pertanian daerah lain.

“Penguatan ilmu pengetahuan yang disampaikan kepada para petani, kita harapkan akan memberi dampak yang signifikan dalam hasil pertanian,” katanya.

Selain itu, dalam kegiatan ini juga disampaikan pengetahuan tentang bagaimana cara membuat pupuk kompos atau organik. Kemudian, beberapa hal terkait bagaimana karakteristik tumbuhan dan akar. Sekaligus penyerahan produk PROMI yang merupakan formula mikroba unggul mengandung mikroba pemacu pertumbuhan tanaman, pelarut hara terikat tanah, pengendali penyakit tanaman, dan dapat menguraikan limbah organik pertanian atau perkebunan.

Sementara itu, peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bio Industri menyampaikan bahwa pupuk kompos bisa dibentuk dari berbagai macam sampah organik, salah satu contoh adalah menggunakan jerami dan batang pohon jagung.

“Jadi kompos itu bisa dibuat melalui limbah pertanian yang ada, contohnya adalah jerami, tongkol jagung, dan sisa batang padi yang dicampur dengan air serta PROMI, kemudian ditutup selama dua minggu sebelum di aplikasikan,” kata Dr. Isroi.

Ia menambahkan, banyak sekali manfaat dari kompos itu sendiri, yakni, kompos bisa menjadi multivitamin dari tanah dan memiliki kandungan hara yang lengkap, sehingga dapat menghemat pupuk kimia. Tidak hanya itu, pupuk kompos pun dapat memperbaiki struktur tanah sehingga lebih gembur, dan meningkatkan kesuburan tanah serta meningkatkan aktivitas mikroba tanah.

“Dengan membuat pupuk kompos sendiri maka, akan mengurangi keterbebanan petani akan pupuk kimia. Dengan pupuk ini juga maka kualitas hasil panen akan lebih di banding dengan menggunakan pupuk kimia,” tuturnya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment