Koperasi Nelayan Iwana Jaya Raih Juara 1 di Expo Kuliner Mimika

Bagikan Bagikan

Kadiskop dan Ekkraf ketika menyerahkan hadiah kepada juara satu dalam Expo Kuliner 2017.

SAPA (TIMIKA) - Dinas Koperasi dan Ekonomi Kreatif (Diskop dan Ekkraf) Kabupaten Mimika, berhasil merangkul sebanyak 30 pelaku usaha bidang kuliner dengan bahan dasar pangan lokal dalam ajang Expo Kiliner yang digelar mulai, Selasa (7/11) dan berakhir, Kamis (9/11) di halaman Gelael  Timika. Dalam pegelaran expo kuliner  tersebut , setiap pelaku usaha menyajikan olahan pangan lokal yang diolah dan dikreasikan menjedi lebih dari satu bentuk olahan. 

Koperasi Nelayan Iwana Jaya yang beralamat di Poumako berhasil meraih juara 1. Kelompok Koperasi yang beranggotakan 149 nelayan dan baru terbentuk tanggal 1 September lalu ini dinobatkan sebagai juara 1 karena berhasil memukau mata juri dengan sajian-sajian istimewa dan berkreasi.

“Yang kami tampilkan dari hari pertam itu, dari bahan dasar sagu dan diolah ,menjadi lebih dari satu jenis sajian. Kami olah tepung sagu menjadi makanan pengganti nasi dan diberi nama sagu gulung yang isinya adalah ikan duri. Kemudian ada juga udang bakar, ikan kapas yang digoreng, ikan asin asli ikan tawar. Selain itu juga kami tampilkan masakan siput dan karak yang juga diolah lebih dari satu macam,” ungkap Ketua Koperasi Iwana Jaya, Ihfa Karupukaro ketika diwawancarai di halaman Gelael, Kamis (9/11). 

Secara persiapan, diakui Ifha bahwa setiap anggota lebih banyak belajar secara otodidak yang berdasarkan kreatif masing-masing anggota. Ia mengatakan, sebagai masyarakat yang telah hidup dalam pengaru perkembangan zaman tentunya tidak hanya mengharapkan adanya pelatihan-pelatihan.

Diakuinya, masyarakat kamoro selaku anggota koperasi tergolong cepat menanggapi setiap perkembangan khususnya dlam bidang pengolahan hasil tangkapan.

“Anggota-anggota saya itu semuanya murni nelayan lokal. Mereka  juga sudah bisa belajar mengolah masakan, baik ikan, siput, karaka dan juga sagu. Kalau yang dahulu, sagu cuman bisa biklin papeda dan dibakar, tapi sekarang mereka sudah bisa berkreasi untuk mengolah ke bentuk yang lain,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, ia mengakui sangat bersyukur bisa meraih juara 1 dalam pameran yang juga merupakan penampilan perdana bagi Koperasinya.

Selanjutnya ia berharap, agar seluruh anggotanya termasuk seluruh nelayan lain untuk terus berkreasi dalam mengolah seluruh hasil usahanya. Diakuinya jika seluruh hasil tangkapan hanya dijual dalam bentuk yang asli maka tidak akan berpeluang untuk menunjang perkembangan perekonomian keluarga.

“Kita sama sekali tidak menyangka akan terpilih menjadi juara 1. Karena pesertanya berjumlah puluhan dan sudah merupakan koperasi-koperasi yang tergolong matang. Kami berterimakasih kepada pemda Mimika melalui Diskopertif dan Ekkraf. Karena sudah memfasilitasi kami sehingga bisa ikut berkretif,” ujarnya.

Sementara itu Koperasi Saneso yang beralamat di SP 2 berhasil meraih juara 2. Ketua Koperasi Saneso, Naomi Rumbindi mengatakan, dalam expo kuliner ini dia bersama beberapa anggotanya menyajikan olahan makanan asli pangan lokal seperti, Keladi Oseng atau tumbuk, Kangku Bunga Pepaya dan Ikan bumbu campur. Untuk semua jenis bahan pangan lokal, menurut Naomi sangat bisa untuk diolah menjadi lebih dari satu bentuk yang dimulai dari kue, jus dan kerupuk. 

“Kami tampilkan semua hasil olahan yang kami sendiri kreasikan. Kalau biasanya keladi hanya disajikan dalam bentuk yang direbus dan dibakar, kami bisa mengolahnya menjadi kue beraneka rasa. Begitu juga dengan petatas kami kelola menjadi lebih dari satu bentuk olahan,” kata Naomi.

Selain memamerkan olahan makanan, koperasi yang terbentuk sejak tahun 2014 ini, juga memamerkan hasil kerajinan tangan dengan bahan dasar kekayaaan alam mimika seperti, kalung , gelang dan anting serta perhiasan perempuan dari cangkang siput laut dan kali. Sepatu dan noken yang dirajut dari benang, tempat tisu, asbak, dompet dan aneka tas dari  bahan dasar kulit kayu serta perabotan rumah tangga dengan rajutan dan ukiran hasil alam Mimika. 

“Kami bukan hanya pamerkan bahan makanan, tapi ada juga perabot rumah tangga yang kami buatkan dari bahan dasar benang, dan kulit kayu. Untuk perhiasan perempuan juga kami buatkan dari hasil alam. Ada anting buah pinang, kalung batang anggrek dan dari cangkang siput. Pokoknya panyak sekali kreatifitas kami yang kami pamerkan,” tuturnya.

Sedangkan yang menjadi juara 3 adalah PT PKK Mimika. PT PKK mimika memamerkan olahan makanan seperti, Kue dengan aneka jenis serta jus dari petatas ungu. 

Dalam penutupan pegelaran Expo Kuliner 2017 ini, Kadiskop dan Ekkraf, Sherly lumenta dalam sambutannya mengatakan, berdasarkan masksud dan tujuan diadakannya Expo Kuliner  yakni, mendorong daya saing dan integritas bagi seluruh pelaku usaha di bidang industri Kuliner. Maka diharapakan, seluruh pelaku usaha bidang kuliner untuk terus berkarya dan mengembangkannya sehingga bisa betul-betul bersaing dalam memajukan perekonomian di Mimika.

Diakuinya, bidang kuliner merupakan salah satu bidang usaha kecil menengah (UKM) yang mencapai 30 persen dalam menyerap tenaga kerja atau mengurangi angka pengangguran di Mimika. 

“UKM di bidang kuliner ini sudah berperan luar biasa dalam pembangunan di Mimika, karena telah menyerap tenaga kerja hingga 30 persen. Kita semua harus terus berpacu dalam berkreativitas sehingga betul-betul bersaing,” ungkapnya. (Acik)




Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment