Kopertis XIV Programkan Perekrutan Dosen PNS dan Regulasi PT di Papua

Bagikan Bagikan

Koordinator Kopertis XIV, Dr.Suriel S.Mofu,S.Pd,M.Ed,TEFL,M.Phil

SAPA (TIMIKA) – Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (KOPERTIS) wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Dr. Suriel S.Mofu, Spd.M.Ed, M.Phil, menyampaikan bahwa di tahun 2018 mendatang ada dua program yang akan dilaksanakan. Yaitu memprogramkan perekrutan tenaga Dosen PNS dan upaya untuk diterbitkan regulasi daerah bagi pengembangan pendidikan tinggi di tanah Papua.

Sebagai koordinator Kopertis wilayah XIV Papua dan Papua Barat yang baru menjabat, dua program ini yang akan menjadi prioritas ditahun 2018.

“Pertama saya akan merekrut Dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk ditempatkan di Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Salah satu PTS di Timika yang mendapat sumbangan Dosen PNS dari Kopertis adalah Universitas Timika (UTI),” katanya kepada Wartawan di Jalan budi utomo, Minggu (12/11).

Kopertis akan mengalokasikan sesuai kebutuhan, karena kemampuan masyarakat untuk membiayai pendidikan tinggi masih sangat lemah. Oleh karena itu pemerintah musti intervensi melalui tenaga pengajar permanen.

“Jadi upaya saya adalah mengalokasikan formasi dosen melalui Kemenristekdikti untuk seluruh PTS di Tanah Papua termasuk Timika. Jadi PTS di Timika akan mendapatkan alokasi Dosen PNS mulai tahun depan. Sehingga kebutuhan tenaga pengajar itu bisa diselesaikan  melalui formasi dosen yang di tetapkan,” tambahnya.

Selain program perekrutan Dosen PNS, Kopertis sedang mendorong agar dibuat sebuah regulasi daerah yang mengatur tentang pembiayaan pendidikan tinggi. Agar PTS juga mendapatkan porsi dalam pendanaan pendidikan tinggi lewat anggaran daerah.

Dana itu dari Pemerintah Daerah, kopertis usahakan agar DPR yang ada di dua Provinsi  yaitu Papua dan Papua Bara, bisa hasilkan sebuah regulasi tentang peningkatan kualitas Perguruan Tinggi, pembiayaan perguruan tinggi dikedua Provinsi ini.

Sehingga secara rutin setiap tahun, perguruan tinggi dapat dukungan dana dari Pemerintah. Karena kalau perguruan tinggi mengandalkan SPP mahasiswa, itu tidak mungkin akan sanggup membiayani pendidikan tingginya.

“Karena itu dua hal yang saya upayakan adalah pertama penyediaan tenaga dosen, kedua upaya untuk diterbitkan regulasi daerah bagi pengembangan pendidikan tinggi di tanah Papua,” katanya.

Harapan kopertis, kedepan perguruan tinggi akan semakin kuat karena didukung oleh ketersediaannya sumber daya dosen dan keuangan yang di dukung oleh pemda. (Maria Welerubun)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment