Korban Pemerkosaan Belum Dievakuasi

Bagikan Bagikan





Victor D. Mackbon.
SAPA (TIMIKA) - Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial E hingga kini masih berada di Kampung Longsoran Banti, Distrik Tembagapura setelah diduga mengalami tindak pemerkosaan oleh tiga orang tak dikenal (OTK) pada Senin (30/10) malam.

Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon mengatakan korban belum bisa dievakuasi dari wilayah tersebut karena terjebak dalam area kontak senjata antara aparat keamanan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Informasi yang diterima pihak kepolisian terkait peristiwa itu masih berupa laporan lisan dari saksi.

"Itu informasi yang kita terima, tapi kita belum mengonfirmasi langsung kepada korban," kata Kapolres.

Dijelaskan, hingga saat ini pihaknya masih membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, mencari informasi untuk mendapatkan kebenaran peristiwa itu. Namun terlepas dari kejadian itu, katanya, masyarakat di sekitar wilayah tersebut berada dalam tekanan dan ancaman.

"Kita akan lakukan upaya persuasif dan tegas tentunya," kata Kapolres.

Hal berbeda disampaikan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal yang menyebut korban telah dievakuasi ke RS Tembagapura dan diarahkan untuk menjalani Visum et Repertum. Bahkan Kamal dengan tegas menunding, tiga orang pelaku tersebut merupakan anggota KKB yang sebelumnya memasuki Kampung Longsoran Banti.

"Korban dibawa paksa oleh sekelompok kriminal bersenjata yang berjumlah tiga orang dari kios tempat korban berjualan," kata Kamal dalam siaran persnya.

Dalam siaran pers itu, ia mengungkapkan, tiga orang pelaku itu awalnya berpura-pura membeli di kios milik korban. Melihat pintu kios terbuka, para pelaku langsung masuk ke dalam kios dan membawa korban menuju ke tempat gelap di daerah Kampung Longsoran Banti. Saat kejadian, suami korban sedang menyalakan genset untuk penerangan.

"Dengan di bawah ancaman, para pelaku melakukan perbuatan keji tersebut secara bergantian. Sebelum melakukan perbuatan keji itu, para pelaku mengeluarkan ancaman," ungkapnya.

Bahkan ungkap Kamal, para pelaku melakukan tindak penganiayaan terhadap korban. Usai melakukan perbuatan bejatnya, para pelaku lantas meninggalkan korban di semak belukar begitu saja.
Korban kemudian mendatangi rumah saudarinya tanpa menggunakan lagi celananya. Korban lalu menceritakan apa yang dialaminya kepada saudaranya. Saudaranya itulah yang menyampaikan peristiwa memilukan tersebut kepada suami korban. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment