KPK Tahan Setya Novanto

Bagikan Bagikan


Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi
SAPA (JAKARTA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan surat penahanan terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto dan menyerahkannya kepada kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi, di Jakarta, Jumat (17/11).

Hal ini diungkapkan Fredrich seusai proses pemindahan SN dari RS Medika Permata Hijau ke RSCM.

"Tadi ada peristiwa yang kurang mengenakkan terjadi antara KPK dengan keluarga dan dengan saya. Karena tadi setelah ada kesepakatan bahwa pak SN dipindahkan ke RSCM karena masalah medis, tiba-tiba KPK mengeluarkan surat mengatakan bahwa pak SN telah ditahan dan sekarang menjadi wewenang KPK," ujar Fredrich.

Fredrich menegaskan bahwa kliennya belum pernah diperiksa oleh KPK. Dia mempertanyakan undang-undang mana yang memberikan kewenangan bagi KPK menahan seseorang tanpa proses pemeriksaan terlebih dulu.

"Saya tanya itu ke KPK, mereka bilang punya wewenang. Saya tanya wewenang mana, KPK tetap bilang punya wewenang. Tapi tidak bisa sebutkan undang-undangnya," kata Fredrich.

Dia menegaskan baik dirinya maupun pihak keluarga tidak ada yang bersedia menandatangani surat penahanan yang dikeluarkan KPK itu.

"Surat tersebut tidak ada yang mau menandatangani," tegas Fredrich.

Fredrich menekankan tidak mau mengakui surat penahanan yang dikeluakan KPK tersebut.
Pada Jumat siang, Novanto dipindahkan dari RS Medika Permata Hijau ke RSCM, Jakarta, karena keterbatasan alat medis. 

Novanto sempat dirawat di RS Medika Permata Hijau setelah mobil Toyota Fortuner yang ditumpanginya mengalami kecelakaan menabrak tiang listrik di Jakarta, Kamis (16/11) malam. Novanto dikabarkan cedera pelipis, serta lecet di leher dan lengan kanan.

"Setelah dilakukan pengecekan sejumlah kondisi kesehatan tersangka SN (Setya Novanto), siang ini untuk kebutuhan tindakan lebih lanjut seperti 'CT Scan' maka yang bersangkutan dibawa ke RSCM," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (17/11).

"Hal ini dibutuhkan dalam proses penyidikan untuk memutuskan tindakan hukum lebih lanjut terhadap tersangka, termasuk rencana akan diajukan alih rawat ke RSCM," tambah Febri.

Sebelumnya dokter di RS Medika Permata Hijau yang menangani Setya Novanto, dr Bimanesh Sutarjo SpPD, mengatakan Setya Novanto mengalami cedera di kepala serta mengalami lecet di leher dan lengan kanan.

"Cedera di kepala pelipis sebelah kiri, lecet di leher serta lengan kanan," kata Bimanesh di RS Medika Permata Hijau, Jakarta, Jumat.

Pihak RS belum dapat mengklasifikasikan berat atau tidaknya status cedera Novanto karena hal tersebut memerlukan observasi mendalam. Penanganan Setnov sudah melibatkan dokter spesialis syaraf dan dokter spesialis jantung karena Setnov ada riwayat sakit jantung.

Menurut Bimanesh, saat itu kondisi Setnov masih lemah, tetapi obat yang diberikannya Kamis (16/11) malam sudah mulai bekerja sehingga sudah ada perbaikan secara bertahap.

Pada Jumat (17/11) pukul 06.00 WIB, dokter KPK yaitu dr Johanes Hutabarat datang meminta informasi kondisi Setnov. Pada saat ini, Novanto telah sadar dan didampingi oleh istrinya. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment