KPP Pratama Sulit Mencapai Target Pajak di Mimika

Bagikan Bagikan

Muhammad Naya.


SAPA (TIMIKA) - Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Timika, Muhammad Naya mengatakan, KPP Pratama Timika tidak mencapai target pajak di Kabupaten Mimika. Hal ini karena perputaran perekonomian saat ini kurang baik. Jika perputaran perekonomian baik, tentunya masyarakat akan taat dalam membayar pajak. Jika taat pajak maka, diperkirakan target pajak akan tercapai setiap tahunnya.

"Pajak itu tergantung pada pergolakan ekonomi. Kalau perekonomiannya bagus maka keluarnya pajak dapat di tagih. Saya pikir orang-orang pasti sadar membayar pajak dan sebaliknya. Jika tidak berkembang, mana ada orang mau membayar pajak," kata Naya saat ditemui di Kantor KPP Pratama, Jalan Cenderawasih, Jumat (3/11).

Di Timika, menurutnya, para pengusaha rata-rata membayar pajak. Tetapi pendapatan pajak dari para pengusaha yang ada sama sekali tidak mendongkrak pendapatan pajak, apalagi sampai bisa mencapai target. Sedangkan, di Mimika yang diandalkan hanyalah PT Freeport Indonesia (PTFI) dan pemerintah daerah dari pajak Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Kalau pajak pribadi itu mereka bayar, tapi kan hanya sedikit. Kalau bayarnya cuma 100-200 ribu dengan targer 2,8 triliun, sangat sulit apabila mengandalkan pajak pribadi. Contohnya 1000 orang yang taat pajak pribadi dibayar 100 ribu, hitungan jumlahnya berapa? Itu jauh sekali. Yang kita butuh itu pajak yang di setor dalam jumlah milyaran,” terangnya.

Menurut Naya, Kabupaten Mimika saat ini masih berketergantungan pada PT Freeport. Karena selain pihak Freeport yang melakukan pembayaran pajak, terdapat juga kontraktor-kontraktor di bawah naungan Freeport yang bisa menghasilkan pendapatan pajak yang cukup lumayan. Apabila PT Freeport bergejolak maka, otomatis kontaktor tidak berjalan.

"Kita harapkan pedagang-pedagang saja tidak bisa, penghasilan pajak besar hanya dari PT Freeport dan kontraktor. Tapi jika Freeport goyang, kontraktor seperti Trakindo yang alat beratnya tidak di sewa, mana dapat pajak? Jadi semua tergantung di Freeport,” tuturnya.

Terkait naiknya target setiap tahun oleh pemerintah pusat, KPP Pratama Timika tidak bisa berbuat banyak, malainkan harus bisa memikirkan strategi-strategi untuk menggenjot pendapatan pajak. Meskipun secara realistis sangat berat untuk mencapai target tersebut.

Tidak hanya itu, setiap tahun pencapaian target pun tak pernah terealisasi. Dimana target tahun 2016 lalu, hanya terealisasi sebesar 75 persen. Sementara untuk tahun 2017 target yang dicapai pun mengalami penurunan, yakni hanya mencapai 60 persen.

"Kita tidak bisa bilang realistis dan tidak dalam menanggapi target dari pusat. Begitu target datang, ya kita harus langsung kerja. Kami pegawai negeri kan begitu, sudah di sumpah jabatan ya harus jalankan,” ujarnya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment