Kunker Bupati dan Anggota DPRD ke Amerika Disorot

Bagikan Bagikan

Tokoh Masyarakar Mimika, Allo Rafra

SAPA (TIMIKA) – Kunjungan kerja (Kunker) Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE. MH bersama sejumlah anggota DPRD Mimika ke Amerika mendapat sorotan dari Mantan Penjabat Bupati Mimika yang juga tokoh masyarakar Mimika Athanasius Allo Rafra dan Tokoh masyarakat Kamoro yang juga Wakil Ketua III Lemasko Bidang Kemitraan Marianus Maknaipeku. Keduanya menilai kunjungan tersebut tidak member hasil apa pun  untuk Mimika.

Allo  menegaskan kunjungan tersebut mengundang pertanyaan, apa tujuannya dan apakah manfaatnya terhadap pembangunan di Mimika?

“Saya tadi ada baca di media katanya ada kunjungan kerja Bupati dan sejumlah anggota dewan ke luar negeri. Yang menjadi pertanyaan saya, apa tujuan mereka ke Amerika?,” kata Allo Rafra saat ditemui wartawan di kediamannya di Jalan Busiri, Senin (13/11).

Mantan kepala Biro Pemerintahan di Pemprov Papua itu tidak melihat adanya kebutuhan mendesak sehingga Bupati dan sejumlah anggota dewan harus melakukan kunker ke Amerika. Menurutnya, bupati harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dua kementrian di pusat, seperti Kemendagri dan Kemenlu sebelum keberangatan tersebut.

Ia mengungkapkan, perjalanan dinas ke luar negeri yang dilakukan oleh pejabat Mimika bukan baru kali ini, melainkan setiap tahun. Sebelumnya sudah ke China dan Eropa, tapi tidak ada hasil yang didapat dan diimplementasikan untuk pembangunan di Mimika. Terkesan perjalanan tersebut untuk jalan-jalan menghabiskan anggaran daerah. Harus ada pertanggung jawaban dari perjalanan dinas tersebut.

“Ini bukan kali pertama pemerintah daerah berangkat ke luar negeri. Sebelumnya mereka sudah berangkat ke luar negeri, tetapi saat pulang kembali ke Timika tidak ada hasil apa-apa,” ungkapnya.

Selain itu. kata dia, sangat disayangkan keberangkatan sejumlah anggota dewan tanpa diikuti oleh tiga pimpinan DPRD Mimika. Dengan kondisi tersebut dirinya menilai tidak ada etika yang baik dari anggota dewan terhadap pimpinannya.

“Yang lebih parah lagi sejumlah anggota DPRD yang berangkat tanpa sepengetahuan ketua DPRD Mimika dan inikan sangat parah. Apa tujuan mereka berangkat dan kalau saya lihat dari segi etika itu tidak baik,” tuturnya.

Sementara itu ditempat terpisah Marianus Maknaipeku mengatakan, pimpinan daerah melakukan kunjungan ke Amerika dengan meninggalkan begitu banyak persoalan yang belum terselesaikan. Baik dari sisi keamanan, kesejahteraan masyarakat, persoalan insentif guru dan Nakes, permasalahan nelayan, serta sistem pemerintahan yang amburadul sehingga Pemkab Mimika mengalami defisit anggaran senilai Rp 760 Miliar.

“Sangat disayangkan kunjungan bupati dan anggota DPRD ke Amerika di tengah kondisi daerah yang banyak masalah, baik keamanan, sampai masalah defisit anggaran,” kata Marianus saat ditemui dibilangan Jalan Budi Utomo, Senin (13/11).

Ia menjelaskan, seharusnya bupati berada di Mimika untuk melihat serta menyelesaikan permasalahan yang terjadi, bukan melakukan kunjungan ke Amerika tanpa ada agenda yang pasti.

Marianus berharap dalam kunjungan ke Amerika, bupati dan anggota dewan tidak hanya sekedar jalan-jalan tapi sebisa mungkin bertemu langsung dengan pemilik PT Freeport untuk menyampaikan persoalan yang terjadi di Mimika.

Sementara itu Kasubdit Ditjen Otda Khusus Papua dan Papua Barat Thomas Umbu Pati dikonfirmasi terkait perjalanan dinas bupati dan sejumlah anggota dewan ke Amerika via whatssap enggan berkomentar. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment