Mantan Kepala BKD Mimika Dijebloskan ke Penjara

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Mimika, TT dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Timika, Papua, Jumat (10/11) petang.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Timika Yasozisokhi Zebua di Timika, Jumat (10/11), mengatakan, TT dijebloskan ke penjara lantaran proses hukum skandal korupsi Diklat Prajabatan pada BKD Mimika tahun anggaran 2011 yang melibatkan dia telah berkekuatan hukum tetap.

Mahkamah Agung RI melalui keputusan peradilan tingkat kasasi Nomor 742 K/Pid.SUS/2017 tanggal 11 Oktober 2017 menyatakan TT bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 1 ayat (1) huruf b, ayat (2), dan ayat (3) UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pria berusia 62 tahun ini dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun ditambah denda Rp200 juta.

Putusan kasasi MA tersebut ditandatangani oleh Ketua Majelis Artidjo Alkostar dan Maruli Tumpal Sirait selaku Panitera Pengganti.

Zebua mengatakan terpidana TT sempat menolak digiring ke Lapas Timika saat tim Kejari Timika mendatangi rumahnya pada Jumat (10/11) petang.

"Sempat sedikit ada perdebatan dengan yang bersangkutan. Dia tidak mau dieksekusi karena terlebih dahulu harus berbicara dengan penasihat hukumnya. Namun setelah diberi pemahaman, akhirnya yang bersangkutan bersedia dibawa ke Lapas," jelas Zebua.

TT digiring ke Lapas Timika dengan pengawalan pihak kepolisian. Sejumlah kerabat keluarga ikut mengantarnya menuju Lapas Timika yang beralamat di Kampung Naena Muktipura-SP6, Distrik Iwaka.

Menurut Zebua, yang bersangkutan akan dibawa ke Lapas Abepura Jayapura pada pekan depan.

"Untuk sementara waktu kita titipkan di Lapas Timika dulu," jelasnya.

Kasus skandal korupsi Diklat Prajabatan PNS Golongan I, II dan III di lingkungan Pemkab Mimika tahun anggaran 2011 melibatkan tiga orang terdakwa.

Selain TT, dua terdakwa lain dalam kasus itu yakni EN dan AH, keduanya berperan sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Pihak Kejari Timika masih menunggu turunnya putusan kasasi terhadap kedua terdakwa tersebut. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment