Mayat Bayi di Busiri Ujung Meninggal Akibat Hipotermia?

Bagikan Bagikan


Kasat Reskrim Polres Mimika AKBP Dion VDP Paron
SAPA (TIMIKA) – Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan, S.IK mengatakan, terkait jasad bayi yang ditemukan oleh warga di Busiri Ujung tepatnya di Gang Cemara, hingga saat ini masih dalam lidik.

Namun berdasarkan keterangan pihak RSUD Kabupaten Mimika bayi tersebut meninggal akibat Hipotermia pada saat dilahirkan.

“Pembuangan bayi  yang jelasnya pendatang dan dia dibuang di Busiri Ujung. Kasus itu masih dalam lidik,” kata Kasat saat ditemui wartawan Salam Papua di Sentra Pelayanan Polres Mimika di jalan Cendrawasih, Senin (27/11).

Kasat menjelaskan, pihaknya juga sudah meminta keterangan dari beberapa saksi dan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian terkait penemuan bayi tersebut. Sebab orang tua bayi tersebut berada  tidak jauh dari lokasi kejadian. Selain itu tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi. Tapi untuk memastikannya pihak Kepolisian masih menunggu hasil visum dari pihak RSUD.

“Kami sudah minta keterangan warga dan saksi, untuk tanda-tanda kekerasan tidak ada,” jelas Kasat.

Sementara itu di sela-sela wawancara, Kasat menghubungi Humas RSUD Mimika Lucky Mahakena. Ia menjelaskan, hasil visum yang dilakukan oleh pihak RSUD Mimika terhadap bayi tersebut telah ada, dan menunjukan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi tersebut.

Lanjut Lucky, dugaan sementara bayi tersebut meninggal saat lahir karena disebabkan hipotermia. Yakni  berkurangnya suhu tubuh saat tubuh mengeluarkan lebih banyak suhu panas sehingga menimbulkan risiko jantung berhenti.

“Iya jadi bayi itu meninggal karena hipotermia,” kata Lucky yang dikutip pada saat via telpon bersama kasat.

Sebelumnya diberitakan Jumat (22/11) lalu, ada dua orang saksi Yakoba Lasol dan Mama Leti yang pada saat itu sedang memetik sayur di sekitar rumahnya, menemukan sebuah tas hitam yang bertuliskan Freeport Indonesia. Karena penasaran dan takut, Yakoba Lasol memanggil Mama Leti untuk memastikan isi tas tersebut.

Saat dibuka, mereka dikagetkan dengan sesosok bayi dalam tas tersebut dengan kondisi mengenaskan. Saat itu dirinya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian supaya mengambil jasad bayi tersebut dan mengantarnya ke RSUD untuk di visum. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment