Menabur Nilai Ideologi Pancasila

Bagikan Bagikan


Bupati Asmat sedang memperlihatkan ibu jarinya dan menguji anak-anak kelas III berhitung.



SAPA (ASMAT) – Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos dalam kesibukannya yang begitu tinggi mengecek program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) manusia di Puskesmas Basim dan melihat dari dekat pelaksanaan program makanan bergizi tinggi untuk anak-anak Sekolah Dasar. Dia masih sempat menyapa, berkelakar, bernyanyi dan menabur nilai-nilai ideologi pancasila kepada anak-anak SD kelas III sampai kelas VI di SD Inpres Basim, Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Sabtu (4/11) lalu.

Dia  sempat pula menguji kecepatan berhitung matematika kepada anak-anak itu dari kelas III sampai kelas enam di tiap ruangan. “Mana kelas III, angkat tangan. Ayo kamu coba sebut lima sila pancasila, bisa?,” tanyanya dan disahut anak-anak itu beramai-ramai sambil berteriak: “Saya pa bupati, saya.”

Dia mempersilahkan salah satu anak kelas III yang mengerumuninya. “Ya kamu, coba. Saya mau dengar dan bisa toh!” ujarnya. Dan anak itu menyebut lima sila pancasila dengan lancar tanpa kesalahan dan disahut bupati Asmat: “Kamu pintar. Sekarang kita berhitung mulai dari menambah, perkalian dan pembagian,bisa. Ini berapa dan tambah ini berapa,” katanya sambil memperlihatkan ibu jarinya dan dijawab anak-anak itu dengan lancar dalam hal penambahan dan perkalian. Kecuali, ketika bupati Asmat menguji anak-anak itu dengan menambah sambil membagi. Mereka tampaknya agak lambat menjawab walau jawabannya benar.  

Setelah menyapa anak-anak kelas III dengan menyebut lima sila pancasila dan berhitung. Dia beranjak ke kelas IV, V dan VI. Pada giliran anak-anak kelas enam, dia menguji anak-anak itu, selain menyebut lima sila pancasila. Dia mendalami pengetahuan dan pengamalan anak-anak itu sila demi sila.  Dari sekian anak yang diuji itu, dia memberi hadian kepada salah satu anak perempuan kelas IV SD. Karena, anak itu selain lancar menyebut lima sila pancasila dan pandai berhitung dan menjawab benar setiap pertanyaan yang diajukan kepadanya. Bupati menghadiahinya dengan Rp 100.000. “Belajar rajin ya, engkau anak pintar. Karena engkau jawab benar setiap kali saya tanya engkau berhak mendapat hadiah seratus ribu rupiah,” katanya disambut tepuk tangan meriah anak-anak yang lain.

Usai menabur idiologi pancasila dan berhitung, dia menanyai anak-anak itu satu per satu soal lauk yang mereka makan setiap hari. “Saya mau tanya kamu satu persatu dan jawab dengan jujur. Kalau bapa ibu guru kasih kamu hanya sayur dan ikan saja. Kamu tolak. Setiap hari kamu dapat lauk apa,” tanyanya dan disahut anak-anak itu: “Pa bupati kami makan dari hari Senin sampai Jum’at selesai belajar. Kami dapat satu potong ikan, satu butir telur,  satu potong daging babi, sayur kangkung bercampur mie dan nasi.”

Mendengar pengakuan anak-anak itu, Bupati Asmat menegaskan, apa benar seperti itu. “Ya benar, pa bupati,” jawab anak-anak itu serempak.

Dari pantauan media ini, hasil dari program pemberian makan makanan bergizi dan sesuai standart kesehatan kepada 310 anak SD di SD Inpres Basim. Anak-anak kelihatannya banyak dan badan mereka bersih, sehat dan gembira persis anak-anak kota. “Bagus kalau wartawan lihat sebelum program ini berjalan. Pasti akan berbeda setelah tiga bulan berjalan. Saya juga bangga melihat anak-anak ini. Kami terapkan disini memberi makan makanan bergizi kepada anak-anak itu setelah selesai jam belajar. Tiga bulan lalu, anak-anak ini tidak seperti ini, lebih-lebih anak-anak kelas I dan II, biasalah anak-anak kampung,” kata Kepala Sekolah SD Inpres Basim, Vabianus Sai meyakinkan. (Fidel)  
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment