Pelajar Kampanye Tolak HIV-AIDS

Bagikan Bagikan


S
Youth Competition Dance4Life Tradition dan Modern Dance
APA (TIMIKA)
-  Puluhan Pelajar SMP dan SMA/SMK se Kabupaten Mimika mengkampanyekan penolakan HIV-AIDS kepada  sesama kalangan pelajar, remaja serta masyarakat umum.

Kampanye ini disampaikan melalui selebaran bertuliskan ajakan antisipasi dan penolakan terhadap penyakit manular seksual berbahaya tersebut. Selain itu, kampanye  juga dilakukan masing-masing perwakilan sekolah  melalui grup dancer. 

Sesuai dengan tema, Youth Competition Dance4Life dan Tradisional Modern Dance, setiap grup dancer perwakilan sekolah memperagakan gerakan-gerakan bebas (Free Style) yang memiliki makna ajakan untuk membuat kelompok yang bergerak dalam visi misi positif, maju bersama menentang HIV-AIDS serta tidak membenci para pengidap namun memberikan hiburan.

“Sesuai dengan tema kegiatan ini, kami diminta untuk mengajak sesama supaya tidak salah bergaul, tidak ikut-ikutan teman yang suka seks bebas dan hal negatif lainnya. Kami mengajak melalui gerakan-gerakan tarian kami,” ujar salah satu pelajar SMN III, Nando kepada wartawan, Sabtu (25/11).

Ketua pelaksana yang juga Kepala SMA YPPK Tiga Raja, Golda Talumewo mengatakan, Indonesia termasuk Mimika saat ini  sudah darurat HIV-AIDS yang diakibatkan oleh pergaulan bebas dan sebagainnya. Dengan demikian, kegiatan Youth Competition Dance4Life dan Tradisional Modern Dance merupakan salah satu upaya untuk merangkul seluruh anak usia sekolah di Mimika.

Menurut Golda, dengan perkembangan jaman yang semakin maju, sangat banyak hal  yang mempengaruhi pelajar Mimika terjerumus dalam hal negatif seperti konsumsi minuman keras, narkoba hingga seks bebas yang berujung pada penularan HIV-AIDS.

Ia mengatakan, secara umum masyarakat Mimika sudah mengetahui apa itu HIV-AIDS serta penyebabnya. Tapi masih sangat perlu untuk terus dikampanyekan, khusus pada kalangan pelajar.

“Kegiatan ini melibatkan sekitar 20 sekolah gabungan SMP, SMA/SMK se Mimika. Ada beberapa sekolah yang kampanye melalui orasi-orasi sebagai media ajakan untuk menolak HIV-AIDS dan dilanjutkan dengan tarian tradisional yang juga setiap gerakannya itu memiliki makna. Ada gerakan menolak HIV-AIDS, gerakan mengajak untuk mengarah ke hal positif. Intinya mereka mengampanyekan anti HIV-AIDS,” katanya.

Pantauan Salam Papua, setiap sekolah juga mengutus siswa-siswi untuk ikut mendengarkan kampanye dari sekolah lain serta mendukung teman-teman mereka.

Kegiatan kampanye anti HIV-AIDS ini juga diperlombakan untuk merebut piala serta hadiah lain persembahan dari berbagai sponsor seperti, Dinas Pendidikan Menengah (Dispenmen), Dinkes, PHMC PTFI, Yapeda-Pila, PTFI, PT Redpath Indonesia, PT Puncak Jaya Power, Sanvik, PSU, Internasional SOS, Hero, Hotel Horizon Ultima, PJA, KPA, Papua Care serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Lomba dinilai oleh masing-masing juri untuk kategori kampanye sosial, Dance4life, tradisional dan modern dance. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment