Pemda Diminta Serius Membangun SP 5

Bagikan Bagikan


Tadius Kwalik saat reses kerja ke kampung Limau Asri, SP5
SAPA (TIMIKA) Warga Kampung Limau Asri SP 5, Distrik Iwaka meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika, agar serius membangun Kampungnya. Warga menilai pembangunan di SP 5 hanya setengah-setengah, tidak pernah tuntas. Keluhan ini disampaikan langsung kepada anggota DPRD Tadeus Kwalik, yang pada saat itu sedang melakukan reses kerja ke Kampung Limau Asri Timur dan Barat, Sabtu (25/11).

Warga sangat antusias dengan kehadiran anggota DPRD yang melakukan reses kerja ke Kampung mereka. Karena saat itulah warga bisa menyampaikan keluhan juga kebutuhan yang harus diperhatikan oleh Pemda. Anggota DPRD Thadeus Kwalik menerima dan menampung keluhan warga terkait pembangunan yang belum terealisasi di Kampung SP 5.

Menurut warga, dana pembangunan besar tetapi tidak ada buktinya. Akibat kurang kontrol pengerjaan, maka pembangunan tidak berjalan dengan baik. Warga juga meminta pembangunan jangan dilakukan setengah-setengah. Tapi dilakukan satu kali hingga tuntas. Selama ini pembangunan dilakukan pemerintah hanya setengah dan tidak pernah tuntas.

Warga juga mempertanyakan Dana Desa (DD), dimana sejak 2016-2017 masyarakat tidak merasakan DD.

"DD itu kemana. Saya minta DPRD melihat dana tersebut lari kemana, Dana bantuan ke kampung itu besar, tapi dikampung kami seakan dana itu tidak pernah ada,”  kata warga.

Sementara dari sisi kesehatan, Kepala Puskemas Limau Asri, Marisella menyampaikan tenaga kesehatan di SP 5 sangat kurang dan itu menjadi kendala. Lingkungan harus dibersihkan dan saluran air dbuat dengan baik agar dapat mengalirkan air. Tidak hanya itu, tenaga medis di Puskesmas sering tidak berada di tempat tapi berada ada di Timika.

"Hal ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah. Tenaga kesehatan di Puskesmas banyak yang tidak berada di tempat tapi berada di Timika," katanya.

Selain keluhan dari sisi kesehatan, warga juga keluhkan banjir yang sering terjadi.
"Kami minta DPRD menelusuri apa penyebabnya. Kami minta dikaji ulang ulang pembangunan di SP 5," ujarnya.

Pembinaan pertanian selama ini tidak pernah di perhatikan pemerintah. Dana Otsus harusnya digunakan untuk pertanian bukan hanya pembangunan fisik saja.

Warga juga mempertanyakan dana yang kelola oleh pemerintah untuk pembangunan desa. Ibu-ibu merasa kesulitan untuk menjual hasil pertanian ke Timika. Pemerintah harus menyediakan bus untuk warga di Kampung SP 5.

"Daerah lain mendapatkan bus dengan menggunakan dana Otsus. Tapi kami di SP 5 tidak pernah mendapatkan bus tersebut. Pemerintah harus perhatikan hal tersebut terutama dinas terkait yakni dinas perhubungan," jelas warga SP 5

Dinas pertanian selalu memanfaatkan warga sebagai tameng untuk penanaman padi. Selama ini tidak pernah tahu kapan panen dan kapan di tanam.

Warga juga menyesalkan DPRD sebelumnya yang pernah janji untuk pembanguann perumahan tapi hasilnya sampai saat ini belum pernah terwujud.

Thadeus Kwalik yang menerima aspiras warganya mengatakan aspirasi yang disampaikan oleh warga akan disampaikan kepada pemerintah. Melalui reses ini, sejumlah aspirasi akan di bahas di DPRD dan disampaikan kepada Pemda Kabupaten Mimika. Warga bersama anggota DPRD Kabupaten Mimika juga mengelar bakar batu kepada warga SP 5. (Tomy)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment