Pemda Mimika Perhatikan Distrik Agimuga

Bagikan Bagikan


Kadistrik Agimuga, Yulius Katagame
SAPA (TIMIKA) – Kepala Distrik Agimuga, Yulius Katagame meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika memperhatikan secara serius pembangunan infrastruktur di Agimuga. Perhatian itu terkait rencana Distrik Agimuga  akan menjadi pusat Kota Kabupaten Mimika Timur.

Infrastruktur dasar sebagai salah satu kriteria kota kabupaten infrastruktur dasar perkotaan yang sudah berjalan, yaitu dengan masuknya Perusahaan Listrik Negara (PLN), diharapkan PLN tahun 2018 di Distrik Agimuga sudah terang benderang. 

“Pemda harus memperhatikan penimbunan dan pengerasan jalan, agar pembangunan infrastruktur jalan dapat terselesaikan. Penghubung jalan seperti jembatan yang menghubungkan antar kampung juga menjadi perhatian yang serius,” katanya  kepada Salam Papua di Gedung DPRD,  Jumat (17/11).

Pembangunan jalan dari Fakafuku ke Kiliarma sudah dikerjakan sepanjang 15 kilometer. Hanya saja penimbunan dan pengerasan jalan belum dilakukan secara maksimal. Sementara jembatan penghubung kampung Kiliarma dan kampung Fakafuku akan menjadi perhatian serius Kepala Distrik dan Pemda Mimika.

Pengaspalan jalan dari pelabuhan Kiliarma ke kampung Aramsolki sepanjang 18 kilometer harus menjadi perhatian Pemda. Karena pelabuhan di Agimuga merupakan pelabuhan satu-satunya bagi masyarakat di Distrik Agimuga.

“Ada 18 jembatan yang harus dibangun di Distrik Agimuga. Mulai dari jembatan ukuran kecil dan besar. Tahun depan kami harapkan jalan dari pelabuhan sampai ke Aramsolki sudah dapat diaspal untuk mempermudah perjalanan ke Distrik Agimuga. Badan jalan sudah berbentuk tapi butuh pengaspalan. Ini salah satu persiapan pembangunan infrastutur dasar menuju Kabupaten Mimika Timur,”  katanya.

Dia menyebutkan, salah satu jembatan yang paling penting adalah jembatan sungai Lambainomon. Jembatan tersebut kondisinya sudah miring, namun masih bisa dilalui. Keberadaan jembatan yang terbuat dari kayu tersebut sangat berbahaya untuk digunakan masyarakat. Jembatan tersebut merupakan penghubung antara ibukota distrik dengan 5 kampung diatasnya.

“Jembatan ini segera dibangun, karena keadaanya sudah miring. Sehingga sangat berbahaya bagi masyarakat. Jembatan terbuat dari kayu, sehingga perlu di dilakukan pembangunan secara permanen,” ujarnya.

Dia mengaku salah satu pembangunan infrastruktur yang sudah berjalan adalah masuknya Perusahaan Listrik Negara (PLN). Saat ini jaringan listrik atau PLN sudah terpasang di distrik Agimuga. Hanya saja masih  menunggu mesin diesel untuk dipasang. Informasi dari pihak PLN Distrik Agimuga akan terang pada tahun 2018.

“Agimuga tahun 2018 sudah terang. Ini sudah menjadi komitmen dari pihak PLN sendiri. Semua jaringan listrik sudah terpasang. Hanya menunggu mesinnya saja,” ujarnya.

Sarana transportasi yang digunakan warga  Agimuga selama ini  menggunakan transportasi milik salah satu kontraktor di Agimuga. “Jika ada tamu dari luar Agimuga, kami biasanya menyewa truk milik kontraktor. Karena itu kesempatan ini saya mengharapkan Pemda Mimika melalui Dinas Perhubungan agar membantu pengadaan transportasi darat di Distrik Agimuga,” harapnya.  (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment