Pemkab Mimika Pertanyakan Akses Masuk Pedagang di Tembagapura

Bagikan Bagikan

Asisten II Bid. Ekonomi Pembangunan, Marthen P

SAPA (TIMIKA) - Asisten II Bidang ekonomi Pembangunan Setda Kabupaten Mimika Marthen Paiding, M. MT mempertanyakan akses masuk para pedagang dan warga pendulang emas dari luar, selain warga asli Banti, Kimbeli dan sekitarnya yang ada di Distrik Tembagapura.  Pekerja tambang di areal PT. Freeport Indonesia (FI) masuk ke Tembagapura sangat ketat.  Tetapi pedagang  dan warga pendatang mudah mengakses kesana.

"Saya pikir penambangan liar itu  tidak ada akses ke atas," katanya kepada wartawan di depan Gedung Eme Neme Jaware, Selasa (21/11).

Warga yang mempunyai akses kesana hanya masyarakat asli setempat, yang menjadi pertanyaannya. Warga yang tidak memiliki akses ke Tembagapura diperbolehkan naik tersebut mendapat izin dari mana?”

"Karena mereka yang bisa akses ke atas itu cuma masyarakat di atas, yaitu warga Banti dan Kimbeli" ujarnya.

Dia mengaku memang pernah Pemkab Mimika bersama Pihak keamanan melakukan penyisiran di lokasi Kali Kabur untuk menurunkan warga yang berprofesi sebagai penambang liar, itu terkait dengan kesehatan dan keamanan mereka. Namun apa yang dilakukan  Pemkab tidak diindahkan  warga pendulang. Sehingga mereka kembali mendulang dan diperkirakan mencapai ribuan warga.  "Memang dulu itu kita sudah turunkan mereka, tapi mereka naik lagi," katanya.

Masalah ini, Pemkab Mimika akan berkoordinasi dengan ketua-ketua Paguyuban yang warganya  merupakan pengungsi. Ketua paguyuban mesti bertanggung jawab terhadap warganya atau bila perlu dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

"Ini yang kita akan bicara dengan tokoh-tokoh mereka. Supaya yang pulang ke keluarga dan berapa yang akan tinggal disini," ujarnya. (Ricky Lodar).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment