Penempatan Anggota PPD dan PPS Bermasalah

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Salah satu pendaftar calon anggota Panitia Pemilihan Distrik (PPD) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Betty Way menyayangkan proses perekrutan calon anggota PPD dan PPS oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika bermasalah. Penilaian itu tidak hanya salah dari sisi aturan. Banyak nama-nama calon anggota PPD dan PPS tidak mengikuti seleksi dan tidak sesuai dengan domisili.

“Pemilihan PPD dan PPS tidak sesuai tempat tinggal dan penempatan tidak sesuai dari daerah asal,” kata Betty way kepada Salam Papua saat ditemui di kantor KPU Kabupaten Mimika, Sabtu (25/11).

Menurutnya, nama-nama yang dinyatakan lulus oleh KPU Kabupaten Mimika harusnya yang mengikuti seleksi dan penempatannya sesuai dengan daerah dimana peserta tersebut berada. Sehingga pada saat pemilihan yang bersangkutan bisa bersama-sama dalam pelaksanaan Pilkada. Namun kenyataan yang ada, banyak peserta yang lulus seleksi tidak pernah mengikuti tes, bahkan penempatkan tidak sesuai domisili.

Terus nama-nama yang ada ini tidak sesuai dengan tempat tinggal mereka, masa warga Kwamki Narama bisa ditempatkan di Koperapoka, ini sudah salah,” terangnya.

Dia meminta kepada Ketua KPU agar mengkroscek ulang hasil kelulusan tersebut, sebab telah menyalahi aturan PKPU. Peserta yang mengikuti tahapan seleksi calon Anggota PPD dan PPS,  banyak yang rela meninggalkan kesibukan untuk mengikuti tahapan seleksi. Namun kenyataan yang terjadi sangat mengecewakan orang-orang yang tidak mengikuti tes yang diakomodir KPU Mimika.

Kebiasaan seperti ini sebisanya dirubah dan  memperbaikinya sehingga tidak terjadi permasalahan pada saat proses pemilihan.

“KPU harus benar-benar melaksanakan seleksi, jangan asal kasih masuk nama. Kasihan kita yang ikut mendaftar tinggalkan semua kesibukan untuk ikut seleksi,” harapnya.

Ditempat terpisah, Ketua Panwaslu Kabupaten Mimika Yohanis Wato mengatakan, proses perekrutan calon anggota PPD dan PPS yang dilakukan oleh KPU selalu berkoordinasi dengan pihak Panwaslu Kabupaten Mimika, dan telah sesuai dengan tahapan yang ditentukan.

“Kalau kami sudah memberikan surat koordinasi dengan teman-temanKPU untuk menjalankan proses sesuai dengan tahapan proses pendaftaran,” kata Yohanis Wato kepada Salam Papua saat ditemui di kantor KPU Kabupaten Mimika dijalan Yos Soedarso, Senin (27/11).

Dia meminta kepada peserta yang merasa dirugikan agar bisa berkoordinasi dengan pihak KPU Kabupaten Mimika. Karena hasil yang dikeluarkan dari KPU. Namun apabila ada laporan dari pihak yang merasa dirugikan kepada Panwaslu Kabupaten Mimika. Panwaslu akan menindaklanjuti hal tersebut. Sehingga proses perekrutan anggota PPD dan PPS sesuai dengan tahapan PKPU yang diturunkan KPU pusat.

“Kalau memang eksekusinya seperti itu harus koordinasi dengan KPU. Karena mereka yang umumkan, Kalaupun dari teman-teman yang ikut seleksi PPD dan PPS menilai keliru, lapor ke kami, nanti kami akan tindak lanjuti,”  katanya.

Dia menilai tahapan perekrutan anggota PPD dan PPS yang dilakukan oleh KPU kabupaten Mimika sudah sesuai dengan PKPU yang dikeluarkan oleh KPU pusat.

“Saya pikir ada peraturan PKPU jadi itu yang mereka laksanakan,” katanya. (Ricky Lodar).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment