Pengguna Jamkes di Puskesmas Timika Jaya Minim

Bagikan Bagikan

Kepala Puskesmas Timika Jaya, dr. Moses Untung 

SAPA (TIMIKA) -  Berdasarkan data tahun 2016 lalu, peresentase pasien pengguna Jaminan Kesehatan baik berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS) mau pun Kartu Papua Sehat (KPS) di wilayah pelayanan kesehatan Puskesmas Timika Jaya yang mencakupi  wilayah Timika Jaya, Ninabua, Hangaiji dan Wanagon minim,  hanya mencapai 52 persen.

“Memang masih banyak yang belum memiliki jJamkes. Sehingga untuk seluruh wilayah pelayanan  Puskesmas Timika Jaya hanya 43 persen yang menggunakan BPJS, 5 persen KPS, 52 persen yang tidak miliki jaminan,” Kata Kepala Puskesmas Timika Jaya, dr. Moses Untung  ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/11).

Menurut Moses untuk wilayah Hangaiji yang memiliki Jamkes berupa BPJS ada sekitar 37 persen Kepala Keluarga (KK) yang dicover dengan KIS, 19 persen yang dicover dengan Kartu Papua Sehat (KPS) dan yang sama sekali tidak memiliki Jamkes sekitar 44 persen. Untuk wilayah Ninabua, BJS 34 persen, KPS 19 persen dan yang tidak memilki Jamkes sebanyak 47 persen. Untuk Timika Jaya, yang miliki BPJS sekitar 44 persen, KPS 3 persen dan yang tidak miliki Jamkes sebanyak 53 persen. Sedangkan untuk Wanagon sama persis dengan Timika Jaya.

"Jadi total hanya 43 Persen pasien yang punya BPJS Kesehatan, 5 Persen yang punya KPS, dan 52 persen lagi belum punya jaminan kesehatan," katanya.

Dia menyebutkan,  untuk tahun 2017  belum melakukan pendataan. Karena pendataan akan dilakukan diawal tahun 2018 mendatang. "Yang jelas sepanjang 2017 ini pasti ada penambahan data tapi memang kami belum lakukan pendataan. Nanti di awal tahun baru kami data kembali," ujarnya.

Dikatakannya,  dari data tersebut memang menunjukkan jika minat masyarakat dalam mengurus Jamkes masih sangat kurang, terlebih yang mengurus Kartu Papua Sehat (KPS).

"Memang kita belum data ulang lagi, tapi KPS di tahun 2016 masih sedikit, tapi memang sekarang sudah lumayan meningkat karena semua sudah dikelola langsung dari Puskesmas tidak dari Dinkes lagi," ujarnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment