Pengiriman Tengkorak Tidak Kantongi Izin

Bagikan Bagikan

AKP Dionisius VDP Helan, S.IK


SAPA (TIMIKA) - Kapolres Mimika melalui Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Dionisius VDP Helan, S.IK mengatakan, oknum yang hendak membawa tengkorak dari Timika keluar daerah beberapa waktu lalu tidak memiliki izin dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Untuk itu, tindakan tersebut telah melanggar Undang-undang (UU) Cagar Alam.

"Kita masih mendalami kasusnya. Karena ini berkaitan dengan cagar budaya alam, di mana dia telah melanggar Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Balai Konservasi Sumber Daya Alam," kata Kasat saat ditemui Salam Papua usai apel gabungan di Mako Polres Mimika, Senin (6/11).

Kendati demikian, Kasat mengungkapkan belum bisa dikatakan selundupan, sebab tengkorak tersebut masih berada di Timika dan hendak dikirim keluar Timika.

"Tetapi ini belum bisa dikatakan selundupan karena masih di sekitar Timika," ungkapnya.

Apabila hendak mengirim barang-barang cagar alam dan sebagainya, terang Dionisius, perlu mengurus izin dari pihak terkait yang mengatur serta melindungi barang tersebut.

"Kalau kita pengiriman barang seperti begitu harus ada izin dari kepolisian habis itu harus ada identitas dari kerangka tersebut serta harus ada izin dari kelurahan setempat," terangnya.

Sampai saat ini pihak kepolisian belum bisa menahan yang bersangkutan. Sebab kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Namun, pihak Imigrasi kelas II Tembagapura telah mengamankan pasport yang bersangkutan.

“Untuk sementara dia belum di amankan. Kalau untuk masalah tengkorak yang bersangkutan itu pasportnya sudah diamankan oleh pihak Imigrasi Tembagapura," ungkapnya. (Ricky Lodar)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment