Pimpinan Dewan dan Komisi B Kunker ke Distrik

Bagikan Bagikan

Pimpinan DPRD Kab. Mimika, Elminus B. Mom, S.E

SAPA (TIMIKA) – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke kampung Bela I untuk melihat program kerja dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab), terutama pembuatan lapangan terbang (Lapter) di Kampung Bella I yang baru tahap penimbunan dan  rencana pembangunan sekolah dan Puskesmas.

Kita Kunker untuk melihat program Pemerintah ditahun ini, dan juga ada masukkan dari masyarakat itu yang akan kami bawa dalam sidang penetapan APBD seperti pembangunan Puskesmas dan sekolah,” kata Elminus B Mom, SE yang didampingi Sekretaris Komisi B DPRD Mimika, Yelinus Mom  yang  saat berdiskusi dengan salah satu warga di Bela I, Kamis (16/11).

Dia menyampaikan dihadapan warga setempat bahwa Kunker ke Kampung Bela untuk melihat program pembangunan yang telah dijalankan oleh Pemkab Mimika dan yang akan diprogramkan ditahun depan. Salah satunya Lapter Bela yang dalam tahap penimbunan, pembangunan sekolah dan Puskesmas sehingga masyarakat bisa terlayani.

Dia menjelaskan dewan hendak mengetahui akibat susahnya akses trasnportasi ke kampung Bela membuat kampung Bela dari I samapai V tidak bisa berkembang seperti Distrik-Distrik lainnya.

Oleh sebab itu, percepatan pembangunan Lapter agar bisa digunakan pada awal tahun 2019, Pemkab Mimika akan menurunkan satu unit alat berat untuk membantu pengerjaan penimbunan Lapter.

Sehingga kedepannya bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Pelayanan kesehatan dan pendidikan bisa dirasakan oleh masyarakat Bela yang harus menempuh jalan berhari-hari untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan di Alama.

Kita harus cepat buat Lapter supaya yang lain menyusul seperti sekolah dan Puskesmas. Karena kasihan masyarakat harus berobat ke Distrik sebelah,” jelasnya.

Dikatakannya untuk mempercepat rampungnya Lapter, DPRD Mimika akan menganggarkan anggaran senilai Rp. 15 miliar sampai Rp.20 miliar untuk pembangunan Lapoter tersebut. Dengan anggaran senilai Rp. 15 Miliar sampai Rp. 20 Miliar itu bisa mencukupi pembangunan Lapter.  Mengingat pembangunan di Distrik di wilayah pegunungan lebih banyak menghabiskan anggaran hanya untuk biaya pengangkutan.

Jadi kami akan anggarkan 15 sampai 20 Miliar untuk pembangunan Lapter, jangan lihat anggaran terlalu besar tapi karena biaya pengangkutan itu yang mahal,” ujarnya.

Sementara itu salah satu warga Elninus Kemong yang mendapingi Ketua DPRD bersama anggotanya mengungkapkan, saat ini pekerjaan terhenti sebab bahan bakar habis, sedangkan pekerjaan penimbunan yang perlu dikerjakan masih banyak. “bahan bakar habis jadi mereka tidak kerja,” ujarnya.

Dia menyebutkan, masih terdapat kekurangan-kekurangan yang perlu dilakukan  Pemerintah. Namun terlepas dari itu, untuk mempermudah pembangunan Lapter kepala kampung bersama warga Bela akan melepaskan lahan tersebut untuk Pemkab Mimika sehinga tidak menjadi kendala dikemudian hari.

Jadi ada  banyak kekurangan itu nanti Pemerintah yang buat, tapi masalah tanah itu kami sudah sepakat untuk berikan kepada Pemerintah untuk bangun Lapter ini,” katanya.

Ditempat yang sama Yelinus Mom mengatakan, Lapter yang panjangnya mencapai 750 meter tersebut harus diprioritaskan untuk diselesaikan. Sebab masih banyak kekurangan yang perlu dipenuhi, seperti penimbunan Lapter yang ketinggiannya mencapai 2 sampai 3 meter.

Namun saat ini pekerjaan penimbunan tidak berjalan baik akibat kehabisan bahan bakar.
Dia mengaku akan mengusahakan untuk pengadaan Bahan bakar agar pengerjaan penimbunan Lapter bisa rampung.

Jadi kita harus kasih cepat pembangunan Lapter ini supaya bisa digunakan. Karena tidak ada bahan bakar sehingga pengerjaan penimbunan Lapter terhenti,” kata Yelinus. (Ricky Lodar)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment