Polisi Masih Dalami Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur

Bagikan Bagikan

Korban saat memberikan keterangan ke Polisi.

SAPA (TIMIKA) - Kapolres Mimika melalui Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Dionisius VDP Helan, S.IK mengatakan, pihaknya telah memeriksa korban dan saksi untuk mendalami kasus persetubuhan anak di bawah umur.

"Terkait kasus pencabulan, korbannya sudah dilakukan visum ke rumah sakit. Yang bersangkutan juga sudah memiliki anak dan ini kami masih mendalami untuk proses penyelidikan," kata Kasat saat ditemui Salam Papua usai apel gabungan di Mako Polres Mimika, Senin (6/11).

Ia menjelaskan, tidak hanya korban yang telah dimintai keterangan, tapi juga seorang saksi yang berprofesi sebagai guru telah diperiksa.

"Untuk korban dan satu saksi ibu guru, kami sudah minta keterangan," jelasnya.

Kendati kasus tersebut masih dalam pengembangan tetapi pelaku akan dijerat pasal berlapis terkait perlindungan anak di bawah umur. Sebab korban masih berusia 16 tahun. Selain itu pelaku juga telah melanggar Undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena telah menyebarkan video tidak senonoh tersebut melalui akun medsos.

"Karena ini anak di bawah umur jadi yang bersangkutan dikenakan dua pasal, yaitu pasal perlindungan anak di bawah umur. Undang-undang itu karena menyebarkan video yang tidak sepantasnya di medsos," ungkapnya. (Ricky Lodar)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment