Program Jembatan Udara Tekan Disparitas Harga

Bagikan Bagikan



Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang

SAPA (TIMIKA) - Kementrian Perdagangan melalui Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, mengadakan Rapat Koordinasi Ekspansi Gerai Maritim Kesiapan Daerah, Dalam Rangka Pelaksanaan Program Jembatan Udara yang berlangsung di Hotel Ultima Horison Timika, Selasa (28/11).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Mimika Yohanes Basang, Kepala Dinas Perdagangan dari Provinsi Kalimantan Utara, Kepala Dinas Dari Sulawesi Selatan, Kepala Dinas dari Provinsi Papua, Para Direktur, Kepala Pusat, Kepala Badan dan Asisten Deputi Kementerian dan Instansi terkait serta Kepala UPT Bandara.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Tjahia Widjayanti mengatakan, program gerai maritim merupakan bentuk keterlibatan dan peranan kementerian perdagangan dalam mewujudkan visi dan misi Presiden RI tentang tol laut. 

"Kita ketahui bersama bahwa saat ini kita masih menghadapi permasalahan terkait tingginya disparitas harga barang, kebutuhan pokok dan barang penting di wilayah timur dan wilayah terluar atau perbatasan Indonesia, yang disebabkan oleh tingginya biaya transportasi ke wilayah-wilayah tersebut. Sehingga upaya yang dilakukan dalam rangka menurunkan disparitas harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting serta mempromosikan produk unggulan daerah melalui program Gerai maritim, " ujarnya. 

Program Gerai Maritim diharapkan dapat mewujudkan perdagangan antar pulau/antar daerah yang efisien dan berkelanjutan, serta memberikan akses barang dengan mudah dan murah kepada masyarakat, serta integrasi perdagangan nasional.

Hasil kerja yang ingin dicapai adalah turunnya disparitas harga barang kebutuhan pokok dan barang di daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan, serta mendoron peningkatan perdagangan antar pulau untuk mewujudkan integrasi perdagangan yang luas. 

Dikatakan bahwa, salah satu daerah yang memiliki disparitas harga tertinggi dibandingkan daerah lainnya yang ada di Indonesia adalah Wamena dan sekitarnya. Sehingga permasalahan ini menjadi salah satu motivasi Pemerintah untuk menyusun Program Jembatan Udara yang telah diinisiaai oleh Kementerian Perhubungan dengan Program Perintis Kargo dan Bandar Udara untuk wilayah Papua. 

Program Jembatan Udar tersebut dimaksudkan untuk menurunkan disparitas harga di daerah asal yang menghubungkan antara Mimika, Wamena dan Deiyai serta beberapa kabupaten lain yang dijangkau melalui transportasi udara.  Untuk itu kementerian Perdagangan terus berkoordinasi dengan Perhubungan dan Pemerintah Daerah untuk persiapan pelaksanaan Program Jembatan Udara.

"Saya harap melalui rapat koordinasi ini dapat memberikan langka-langka strategis yang konstruktif untuk mendukung kesiapan daerah dalam rangka pelaksanaan program jembatan udara," ujarnya. 

Sementara itu Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang berharap agar program yang dicanangkan oleh Pemrintah Pusat berupa jembatan udara betul-betul terlaksana di Papua maupun di daerah terluar dan daerah perbatasan Indonesia.

"Untuk itu instansi yang menggagas program ini harus betul-betul terlaksana jangan hanya mengawang dan mendengung di masyarakat yang pada akhirnya tidak terlaksana. Program ini sangat dinantikan oleh masyarakat sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama program harus sudah jalan," ujarnya. (Albin) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment