Puskesmas Pasar Sentral Dipalang Pemilik Tanah

Bagikan Bagikan
Suasana Puskesmas Pasar Sentral yang dipalang pemilik tanah.
SAPA (TIMIKA) - Puskesmas Pasar Sentral dipalang oleh pemilik tanah, Ulis Kambu dan Barblina Nauw. Kedua pemilik tanah menuntut pembayaran lahan yang belum dibayarkan oleh Pemkab Mimika dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes).

Menurut mereka, pembayaran seharusnya dilakukan pada tahun 2016. Namun, sampai bangunan puskesmas sudah selesai dibangun dan beroperasi, dana pelepasan tanah belum juga dibayarkan. Padahal menurut mereka, anggaran dimaksud sudah disiapkan sejak tahun.

"Sejak adanya pembangunan tidak ada ganti rugi, hingga beroperasinya puskesmas. Kemudian tanaman juga belum ada pembayaran ganti rugi, padahal sudah dianggarkan sejak tahun 2016,” kata mereka saat ditemui awak media di Puskesmas Pasar Sentral, Jalan Hasanuddin, Kamis (2/10).

Merekapun menanyakan, dana yang sudah dianggarkan tersebut larinya kemana? Sebab, jika sudah dianggarkan oleh pemerintah harusnya langsung melakukan pembayaran kepada yang bersangkutan.
Sementara itu terkait koordinasi dengan Dinkes, menurut mereka, belum ada sama sekali. Bahkan, soal kesepakatan harga lahan, pun belum ada kesepakatan. Karena belum ada kejelasan maka, aksi pemalangan ini lakukan sejak malam hari.

“Tidak ada koordinasi sejak di bangun, sehingga tidak tahu berapa ganti ruginya. Kita belum pernah ketemu atau tatap muka juga dengan yang bersangkutan,” tutur mereka.

Mereka menegaskan, akan terus melakukan pemalangan dengan menyegel puskesmas sampai adanya jawaban dari Dinkes untuk melakukan proses pembayaran.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pasar Sentral, Pina Lambe mengatakan, permasalahan tanah bukan urusan puskesmas, melainkan urusan dinas untuk menyelesaikannya. Dirinya pun sudah melaporkan kejadian pemalangan ini kepada Kepala Dinkes, dan menurut informasi yang diperoleh bahwa Kepala Dinkes akan bertemu dan berhubungan langsung dengan pemilik tanah.

"Saya juga sudah melaporkan, dan kepala dinas akan langsung berhubungan dengan pihak yang memiliki tanah," katanya.

Adanya aksi pemalangan ini, pelayanan di Puskesmas Pasar Sentral tidak berjalan seperti hari-hari biasanya, dalam hal ini tidak ada pelayanan. Namun pasien yang akan berobat di alihkan ke Puskesmas Inauga, Sempan dan Puskesmas Timika (Kwamki Baru).

Pantauan Salam Papua, pemilik tanah melakukan pemalangan dengan meletakkan bunga di pintu masuk dan loket puskesmas. Tidak hanya itu, dua batang pohon juga dibentangkan di depan puskesmas. Akibatnya, selain tidak ada pelayanan kepada masyarakat, 107 tenaga kesehatan tidak bisa melaksanakan tugasnya seperti biasa. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment