Ray Belajar Bermusik Sejak Usia 4 Tahun

Bagikan Bagikan
Ray Sumarsono Saat Menerima Penghargaan Record MURI
MUSIC is My Escape #5 yang kembali dihadirkan Waanal Coffee and Resto SP 3 Timika Papua pada Sabtu dan Minggu, 4 dan 5  November mulai pukul 19.00 WIT, akan menampilan musisi muda asal Bandung, Ray Martosono. 

Untuk lebih mengenal dekat Ray, Salam Papua berkesempatan untuk menghubungi Ray dan melakukan wawancara singkat  sebelum performance nanti. Berikut ini petikan wawancaranya.

SAPA      : Sejak umur berapa Ray belajar bermusik dan apa instrument yang pertama kali    
                   dipelajari?  

RM          : 4 tahun, guitar

SAPA      : Kenapa Ray lebih memilih genre Jazz?  

RM          : Karena di dalam musik jazz kita lebhi bebas untuk berekspresi dan berapresiasi.

SAPA      : Sebagai musisi yang profesional pasti memiliki guru /mentor. Siapa saja guru/mentor    
                  selama ini? 

RM          : Ayah saya sendiri dan buku-buku. Ada juga beberapa guru yang pernah menemani saya.

SAPA      : Setelah sekian lama bermusik bersama musisi-musisi besar Indonesia, boleh ceritakan
                  pengalaman bermusik dengan siapa yang paling berkesan dan kenapa? 
 
RM          : Michael Paulo. Karena disitu saya melihat bagaimana seniman berekspresi dan  
                  berapresiasi dengan benar dan disitu juga saya melihat betapa jujurnya Michael Paulo  
                  dalam bermain musik, bermusik yang menyenangkan. 

SAPA      : Kita tau bahwa Ray mendapatkan world music record. Bisa ceritakan sedikit dan 
                  bagaimana bisa muncul konsep mendapatkan record tersebut?

RM          : Konsep sebetulnya muncul dari papi, mami dan adik saya juga bapak rohani saya 
                  Wahyudi Adiprasetyo dan Philipus Setyanto. Mereka melihat betapa saya menguasai 
                  begitu banyak alat musik dan akhirnya mereka semua mendukung saya untuk
                  mencatatkan  keahlian tersebut di dalam buku rekor dunia Indonesia.Akhirnya saya oke 
                  untuk menerima karena saya punya visi juga melalui prestasi tersebut bisa memotivasi 
                  seniman lainnya untuk melakukan hal-hal gila lainnya. Saya sangat berharap akan
                  banyak yang terinspirasi dan akhirnya membuat karya masterpiece laninya. 

SAPA      : Kalau boleh memberikan bocoran sedikit, konsep performance dan lagu-lagu apa saja
                  yang  akan di bawakan oleh Ray di Waanal Coffee and Resto  tanggal 4 dan 5 November
                  2017? 

RM          : Konsepnya sederhana, follow your heart dan let’s jamming party. Dimana kita akan
                  mengekspresikan apa yang ada di dalam diri kita dan bersenang-senang melalui
                  medianya yaitu alat musik dan suara yang merdu ataupun apapun juga. Lagu-lagu yang
                  akan saya bawakan diantaranya adalah lagu tanah ( lagu asli Papua), lagu standard jazz
                  yang simple yang akan di gunakan untuk jam session  dan juga yang pasti lagu saya
                  sendiri salah satunya berjudul Just Only You.

SAPA      : Di Timika banyak sekali musisi-musisi yang memiliki bakat namun terbatas karena tidak  
                  adanya  sekolah musik ataupun mentor-mentor seperti Ray. Ada saran untuk musisi-
                  musisi  Timika?
 
RM          : Saran saya adalah maksimalkan coaching clinic tanggal 4 dan 5 November di Waanal
                  Coffee and Resto dengan mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang banyak, sehingga
                  ada home works yang bisa di selesaikan sampai pada waktunya nanti kita bertemu
                  saudara saudariku lagi di music is my escape berikutnya.

Saran kedua adalah saya akan bawa buku musik untuk dapat di pelajari oleh musisi-musisi di Timika, semoga bermanfaat dan dapat di gunakan sebaik mungkin.(Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment