Realisasi Pajak KPP Pratama Timika Capai 60 Persen

Bagikan Bagikan
Muhammad Naya.
SAPA (TIMIKA) - Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Mimika, Muhammad Naya mengatakan hingga bulan november, realisasi penerimaan pajak KPP Pratama Mimika tahun 2017 mencapai 60 persen. Capaian ini diperhitungkan stag di 60 persen meskipun kelender berjalan masih menyisakan 2 bulan lagi.

Penerimaan pajak tahun ini terjadi penurunan dari pencapaian tahun lalu, hal tersebut disebabkan kondisi perekonomian di Timika kurang stabil dikarenakan pemerintahan Kabupaten Mimika tidak berjalan dengan baik.

"Penerimaan pajak KPP pratama hingga saat ini baru mencapai 60 persen dari target 100 persen yaitu 2,8 Triliyun yang ditargetkan setiap tahunnya,"katanya saat ditemui diruang kerjanya di Gedung KPP Pratama jalan Cenderawasih, Jumat (3/11).

Naya menjelaskan bahwa untuk pencapaian target pajak di Timika tahun ini tidak akan tercapai. Pasalnya, proses perekonomian di Kabupaten Mimika ini belum bisa diandalkan dari seluruh sektor. Selama ini, Timika hanya mengandalkan  dari sektor pertambangan saja. Pendapatan pajak dari sector tersebut  bisa mendatangkan pemasukan pajak yang besar. Meskipun dinilai cukup besar, tetapi selama ini belum bisa untuk menutupi target pencapaian pajak.

"Diperkirakan hingga akhir tahun tidak bisa menutupi 100 persen dan selama ini tidak bisa karena indikator untuk perekonomian di Timika tidak ada untuk menunjang pencapaian 100 persen. Paling cuma PT Freeport Indonesia. Sekarang PT Freeport masih belum stabil, sehingga sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian daerah,” jelasnya.

Menurut Naya, dengan kondisi demikian pihaknya akan mendapatkan kenaikan target dari pemerintah pusat untuk tahun depan. Hal tersebut tetap dilakukan karena merupakan tuntutan dari Presiden untuk tetap meningkatkan pendapatan pajak.

Dengan demikian mau tidak mau pihaknya harus menarik sektor pajak kepada para pedagang kecil untuk menggenjot pendapatan pajak.

"Target tiap tahun naik. Presiden sekarang ini melakukan pembangunan terus. Sehingga untuk mendorong pembangunan maka pajak juga harus terus digenjot. Semua sector akan kita masuki, baik itu kecil maupun besar,” jelasnya.

Terkait naiknya pajak untuk tahun depan pihaknya sudah mempersiapkan strategi yang akan dilakukan dengan menggenjot pendapatan sektor pajak didaerah pegunungan. Selain itu pihaknya juga akan menggenjot pajak untuk sektor dana bantuan untuk desa yang diprogramkan oleh Pemerintah Pusat.

"Tahun depan pasti targetnya naik. Tahun depan kita genjot disemua objek terutama yang ada digunung seperti intan jaya, Deiyai dan lain-lain,” katanya. (Tomy)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment