Renungan Minggu: Pelajaran di Balik Panjangnya Usia Metusalah

Bagikan Bagikan


Baca: Kejadian 5:27
“Jadi Metusalah mencapai umum sembilan ratus enam puluh sembilan tahun, lalu ia mati.”

Ketika kita ditanya, siapakah orang tertua atau yang paling lama meninggal dunia di Alkitab? Pastinya kita orang Kristen langsung menjawab, Metusalah. Ya… memang benar. Sesuai yang disampaikan Alkitab, Metusalah meninggal pada usia 969 tahun, dan dia merupakan orang yang paling lama yang meninggal dunia yang dicatat Alkitab. Namun pernahkah kita tahu kenapa Metusalah meninggal dunia paling lama? Karena tidak ada yang kebetulan atas apa yang ditulis dalam Alkitab. Mari kita belajar bersama-sama.

Menurut akar katanya, nama Metusalah berasal dari dua kata, Mut yang berarti “mati” dan Salah yang berarti “mengusir”. Jika digabungkan, maka nama itu berarti “ketika dia mati, dunia berakhir.”Pertanyaannya, dunia berakhir dalam maksud seperti apa? Mari kita cari tahu jawabannya.

Metusalah adalah anak dari Henokh (Kej. 5:22). Di masa hidupnya, Henokh menyampaikan kabar pertobatan kepada orang-orang berdosa di sekelilingnya (Yud. 1:14-16). 

Dengan kata lain, jika orang-orang berdosa di masa Henokh tidak bertobat, maka akan ada saatnya Tuhan menghukum mereka. Dan tanda datangnya hukuman Tuhan itu adalah ketika Metusalah meninggal dunia. Artinya, maksud “dunia berakhir” di nama Metusalah adalah hukuman Tuhan atas orang-orang berdosa di masa Henokh. Pertanyaan selanjutnya, hukuman seperti apakah yang dimaksud saat Metusalah meninggal dunia? Mari kita berhitung.

Dijelaskan Alkitab, setelah Metusalah hidup 187 tahun, ia memperanakkan Lamekh (Kej. 5:25). Kemudian, setelah Lamekh hidup 182 tahun, ia memperanakkan Nuh (Kej. 5:28-29). 

Artinya, waktu Nuh lahir maka Metusalah berumur 369 tahun. Di saat Nuh hidup, ada peristiwa hukuman Tuhan atas orang-orang berdosa di jaman itu, yang sangat terkenal itu, yakni Air Bah. Alkitab menjelaskan, Tuhan mendatangkan Air Bah itu di saat Nuh berumur 600 tahun (Kej. 9:28-29). Dan artinya, di saat Air Bah itu terjadi, Metusalah berusia 969 tahun dan di saat itu pula Metusalah meninggal dunia.

Kenyataan itu membuktikan bahwa janji Tuhan pasti digenapi dan sekaligus menunjukkan tidak ada yang kebetulan tentang apapun yang dicatat dalam Alkitab. Pembelajarannya untuk kita, setiap pelanggaran atau dosa yang dilakukan oleh manusia, cepat atau lambat, pasti alami hukuman dari Tuhan.

Saudara, apapun pelanggaran atau dosa yang kita lakukan , baik yang kelihatan oleh kasat mata manusia atau pun yang terselubung di dalam hati, pastinya tidak akan terhindar dari hukuman Tuhan. Dan hukuman Tuhan itu, tidak ada yang enak. Dan bahkan bisa saja berwujud kematian, sehingga kita tidak ada kesempatan untuk bertobat.

Oleh sebab itu, hiduplah dengan melakukan hal-hal yang baik dan menyenangkan hati Tuhan. Alangkah baiknya kita disenangi Tuhan daripada disenangi manusia tapi dibenci Tuhan dan akhirnya dihukum oleh Tuhan. 

Dan lebih baiknya lagi, jika kita disenangi Tuhan dan manusia karena melakukan hal-hal yang benar dan penuh keadilan. Sekali lagi, berbagai ketersembunyian dosa kita, cepat atau lambat pasti terungkap, dan pasti Tuhan akan menghukum kita. Tuhan memberkati kita semua! Syaloom. (Jimmy Rungkat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment