Salah Gunakan Dana Otsus Kadispendasbud Lecehkan OAP

Bagikan Bagikan

Sekjen KAMPAK Papua wilayah DKI Jakarta, Johan Rumkorem

SAPA (TIMIKA) - Salah gunakan dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp 6, 4 Miliar, Komunitas Masyarakat Adat Papua Anti Korupsi (KAMPAK) wilayah Papua mengklaim, Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika, Jenni Ohestin Usmani telah melecehkan guru yang nota bene merupakan Orang Asli Papua (OAP). Sebab dana Otsus yang diperuntukan bagi OAP telah dipergunakan untuk membayar honor guru kontrak yang baru direkrut dan bukan merupakan OAP alias non Papua.

"Kadispendasbud sudah menjual dan melecehkan nama OAP. Karena dia pakai dana Otsus untuk bayar guru yang bukan OAP. Ini sangat-sangat melecehkan OAP dan melanggar penggunanaan dana Otsus," ungkap Sekjen KAMPAK Papua wilayah DKI Jakarta, Johan Rumkorem saat diwawancarai wartawan di gerbang masuk Kantor Puspem Mimika, SP 3, Distrik Kuala Kencana, Senin (13/11).

Terkait hal ini, KAMPAK berkomitmen untuk menuntut Kadispendasbud hingga menyeretnya ke penjara. Komitmen ini diakuinya, telah didukung dengan data yang akurat. Sehingga diharapkan aparat penegak hukum, dalam hal ini Kepolisian Resort Mimika segera menangkap Kadis terkait.

Selanjutnya, ia mengatakan telah menerima berbagai laporan dari masyarakat terkait adanya keterlibatan oknum aparat penegak hukum dalam kejahatan yang dilakukan dalam penyelewengan sana otsus dan insentif.

"Pasal 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1993 telah menjelaskan bahwa setiap orang yang melakukan sesuatu yang mementingkan diri sendiri dan orang lain atau organisasi tertentu dan menyelewengkan uang negara merupakan kejahatan. Maka harus dihukum seumur hidup," ungkapnya.

Kasus yang kini menimpah para guru, menurut dia, seharusnya mendapatkan perhatian aparat kepolisian. KAMPAK berkomitmen untuk bersama-sama komunitas guru hingga persoalan ini sampai ke Presiden Jokowi.

"Selama ini belum ada pejabat pelaku korupsi yang lolos dari tuntutan KAMPAK karena KAMPAK benar-benar musuhi korupsi," ujarnya. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment