Salam Papua : LPMAK dan Pemkab Mimika Diminta Evakuasi Anak SD di Banti

Bagikan Bagikan

Tokoh Pemuda Amungme, Nalio Jangkup

SAPA (TIMIKA)Salah satu Tokoh Pemuda Amungme yang merupakan Alumni SD Negeri Banti Nalio Jangkup yang kini menjadi pilot meminta kepada Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika  bernegoasiasi dengan kelompok TPNPB-OPM untuk mengevakuasi anak-anak sekolah dasar (SD) yang kini terjebak disana.

“Saya sangat prihatin dengan situasi yang sedang dialami warga masyarakat Waa Banti terlebih khusus anak-anak SD dan SMP,” kata Nalio kepada wartawan saat ditemui di bilangan Jalan Budi Utomo, Sabtu (11/11).

Menurutnya, harus ada langkah evakuasi yang dilakukan oleh kedua lembaga demi menyelamatkan anak-anak SD, SMP yang merupakan generasi penerus Papua agar mereka bisa tetap bersekolah dan tidak harus berada dilokasi yang nantinya akan menjadi trauma bagi mereka saat terjadi kontak tembak. Terlebih khusus kepada pihak LPMAK yang mengelola dana 1%.

“Saya minta Pemda Mimika dan LPMAK segara ambil langkah untuk evakuasi para pelajar SD dan SMP yang ada di Waa Banti sehingga tidak tertinggal pelajaran - pelajarannya. Terutama LPMAK sebagai lembaga pengelola dana 1% segara ambil langkah dalam situasi ini untuk selamatkan siswa/i yang ada di Waa Banti,” katanya.

Dia meminta pula  setelah dievakuasi nantinya anak-anak tersebut ditempatkan di gedung MPCC LPMAK atau dilokasi yang LPMAK merasa layak. Setelah itu daftarkan mereka ke sekolah-sekolah yang ada di Mimika baik SD maupun SMP agar mereka tetap mendapatkan pendidikan, sama halnya seperti yang dialaminya dan rekan-rekannya beberapa tahun silam. Hal tersebut harus dilakukan untuk menyelamatkan generasi Papua dari lost generation.

“LPMAK harus usaha evakuasi anak-anak ditampung dimana yang penting mereka tetap sekolah, karena mereka ini generasi Papua,” pintanya.

Apabila situasi di Banti dan kampung-kampung sekitar telah aman, baru kembalikan anak-anak tersebut ke Banti untuk bersekolah seperti biasa. Kalau sudah aman baru mereka kembali sekolah disana,” ujarnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment