Salam Timika: Tujuh Oknum PolisiAniaya dan Keroyok Wartawan

Bagikan Bagikan


Saldi Hermanto, korban penganiayaan

SAPA (TIMIKA) – Kurang lebih tujuh oknum anggota polisi yang bertugas di bagian Dalmas Polres Mimika melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap seorang wartawan Surat Kabar harian (SKH) Salam Papua yang juga wartawan online nasional, Okezon atas nama Saldi Hermanto di Timika, sekitar pukul 22.50 Wit, Sabtu (11/11) malam.

Korban penganiayaan itu menderita  bengkak pelipis bagian kiri, wajahnya lebam, rusuk bagian kanan mengalami sakit dan bereaksi sulit bernafas serta tengkuk bagian kanan terasa sakit ketika diraba dokter pada saat visum et repertum berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Miamika malam itu.

"Saya dikeroyok sekitar enam sampai delapan orang di Pos Terpadu. Bahkan dalam mobil saya sempat mendapat tamparan dari seorang petugas ketika di bawa ke Sentra Pelayanan Polisi. Sampai di Sentra pelayanan Polres, saya dianiaya dan anggota Brimob di pos penjagaan juga ikut mengambil bagian memukul," tuturnya sambil menekan bagian tengkuk kepada wartawan di SPKT Polres Mimika.

Saldi mengaku penganiayaan yang menimpanya bermula dari menikmati pasar malam di Lapangan Timika Indah bersama kedua buah hatinya. Saat itu, dia mengisahkan dan menyaksikan kejadian kericuhan dan terdengar bunyi tembakan ke udara. Warga pasar malam berlarian dan panik mendengar bunyi tembakan. “Saya dan anak-anak saya terjatuh. Dan saya marah dan kecewa akibat mendengar bunyi tembakan. Sehingga saya membuat status di facebook saya sebagai berikut:  "Petugas keamanan tapi cara penanganannya bukan begitu, Goblok,” akunya lirih.

Diduga kuat, hasil unggahan Saldi itu yang memicu anggota Dalmas memantik emosi dan merasa dilecehkan. Sehingga, mereka beraksi tanpa prosedur dan memegang surat perintah menciduk dan memegang kerak baju kaus Saldi dan membawanya  dari depan Satlantas Polres Mimika ke Sentra Polisi hingga dianiaya di Pos Terpadu di Jalan Budi Utomo.

Menyikapi hal itu,  Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Vox Dei Paron Helan SIK mewakili Kapolres Mimika, AKBP Victor Dean Mackbon mengakui dan meminta maaf atas peristiwa pengeroyokan itu dan meminta maaf kepada korban Saldi. Selain itu, dia meminta provost segera memproses oknum personil polisi yang terlibat dan segera membuat berita acara visum et repertum dan membawa korban ke RSUD berobat.

"Yang jelas, saya mewakili Kapolres Mimika dan atas nama lembaga kepolisian dan Polres Mimika memohon maaf terkait adanya kejadian malam ini. Saya minta maaf Saldi," katanya sambil menepuk bahunya Saldi.

Menjawab wartawan pemimpin redaksi SKH Salam Papua, Fidelis Sergius Jeminta yang mendampingi korban Saldi menegaskan, kasus kekerasan yang dialami Saldi harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Karena, aksi kekerasan yang dilakukan oknum anggota polisi Polres Mimika sama sekali tidak manusiawi dan tidak mencerminkan sebagai aparat penegakan hukum. "Yang lakukan penembakan di Tembagapura saja tidak dibikin begitu, malah diajak negosiasi. Apa yang dialami Saldi tidak manusiawi, teman-teman bisa menyaksikan sendiri. Seharusnya mengedepankan penegakan hukum, bukan penganiayaan," katanya.

Petugas Tak Profesional dan Mencidrai Silaturahmi
Kapolres Mimika, Papua, AKBP Victor D Mackbon mengakui tindakan penganiayaan sekelompok anggotanya terhadap salah satu wartawan di Timika pada Sabtu (11/11) malam di Timika merupakan tindakan yang tidak profesional sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia.

 "Tindakan ini menunjukan ketidak profesionalan tugas Kepolisian dan menciderai silahturahmi kami dengan rekan-rekan," kata Victor ketika dihubungi dari Timika, Minggu (12/11).

Dia juga mengakui akibat tindakan sejumlah oknum anggotanya menyatakan, siap salah dan menyampaikan permohonan maaf kepada Saldi dan awak media di Mimika sambil berdoa korban Saldi cepat sembuh.  "Saya berharap hal ini menjadi koreksi internal buat saya selaku pimpinan Polres kepada anggota kami," katanya.

Mengecam Keras
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika melalui Komisi A yang membidangi hukum mengecam keras aksi brutal yang terkesan membabi buta menganiaya wartawan Surat Kabar Salam Papua dan kontributor Okezone Saldi Hermanto hingga babak belur pada, Sabtu (11/11).

“Kami mengecam dan mengutuk keras perbuatan oknum kepolisian Polres Mimika yang telah dengan membabi buta menganiaya wartawan Timika. Ini tergolong pelanggaran berat. Perilaku oknum kepolisian dari  jajaran Polres Mimika menambah daftar kebencian masyarakat terhadap institusim kepolisian,” kata  Ketua Komisi A DPRD Mimika Saleh Alhamid kepada sejumlah media di Timika,  Minggu (12/11) pagi.

Dia juga meminta pimpinan Polri secepatnya melakukan langkah-langkah penindakan terhadap para oknum polisi yang melakukan tindakan melanggar hukum dengan menganiaya wartawan. “Jika ada sebab sehingga terjadinya penganiayaan, apakah cara yang dilakukan polisi harus seperti itu. Kepada Kapolres Mimika segera ambil tindakan bagi pelaku.Karena polisi sebagai pengayom masyarakat bukan penindas masyarakat. Padahal profesi jurnalis itu selama ini telah banyak membantu tugas dan kinerja Kepolisian, lalu kenapa sebagai mitra mereka di aniaya,” katanya. (Red/Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment