Salam Timika : Wakapolres dan Kasat Shabara Meminta Maaf

Bagikan Bagikan


 
Wakapolres Mimika, Kompol A Korowa
 SAPA (TIMIKA) – Pasca penganiayaan salah seorang wartawan SKH Salam Papua yang juga kontributor media online nasional, Okezon, Saldi Hermanto berlangsung viral disejumlah Media online di Indonesia. Sehingga, Kapolres Mimika, AKBP Victor Dean mackbon melalui Wakapolres Mimika, Kompol A Korwa, SH  dan Kasat Shabara Iptu Matheus Tanggu Ate menyampaikan permohonan maaf atas penganiayaan tersebut.

Hal itu disampaikan Wakapolres Mimika Kompol A Korowa, SH ketika berdialog dari hati ke hati dengan  sejumlah wartawan di bilangan Jalan Budi Utomo dan meminta maaf atas kejadian yang tidak sepantasnya dilakukan oleh anak buahnya

Wakapolres juga menyampaikan kalau pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap oknum Polisi yang menganiaya Saldi dan memerintahkan kepada Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Mimika untuk penyelidikan terkait kasus tersebut.

Saya atas nama Kapolres, kami minta maaf atas kejadian itu. Tadi Kapolres perintahkan saya untuk datang bertemu dan meminta maaf atas perilaku anak buah saya yang melakukan penganiayaan.  Kami sudah tangkap dan Propam yang akan periksa,” kata Wakapolres saat dikutip pembicaraan dengan sejumlah wartawan, di kawasan depan Satlantas Polres Mimika, Minggu (12/11) siang.

Menanggapi pernyataan maaf dari Wakapolres Mimika yang mewakili Kapolres Mimika Penasehat Ikatan Wartawan Online (IWO) Timika Fidelis S Jeminta menyambut baik permintaan maaf Kapolres Mimika dan Wakapolres Mimika. Kejadian yang sudah terjadi menurut Fidelis harap menjadi pelajaran yang berharga bagi semua institusi, baik jajaran Polres Mimika maupun institusi media. Meski kejadian tersebut, kata Fidelis bukan atas nama institusi melainkan oknum anggota.

 Kami menyambut baik permintaan maaf itu. Sekaligus, saya mewakili hasil keputusan para rekan wartawan di Timika yang sudah bulat mengizinkan melakukan aksi damai besok, dan bisa disambut baik pula oleh Kapolres,” katanya.

Sementara itu salah satu wartawan senior Mimika Husyen Abdillah mengatakan, besok sejumlah wartawan Timika akan melakukan aksi di depan Polres Mimika sebagai bentuk ungkapan uneg-uneg  atas tindakan penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum Polisi kepada salah seorang wartawan. Aksi damai itu diperkirakan memakan waktu 20-30 menit.

“Kami besok akan berorasi didepan Polres, sebagai bentuk kekecewaan terhadap tindakan oknum Polisi,” katanya. 

Usai bertemu dengan sejumlah wartawan, Wakapolres Mimika bersama Kasat Shabara Polres Mimika berkunjung ke kediaman Saldi dan kedua orangtuanya di Jalan Busiri Ujung untuk melihat kondisinya serta meminta maaf atas tindakan anak buahnya yang berulah seperti preman.

Menanggapi aksi demo didepan Sentra Pelayanan Polres Mimika Kasat Shabara Iptu Matheus Tanggu Ate mengatakan, Indonesia menganut sistem demokrasi sehingga setiap warga negara memiliki kebebasan untuk menyuarakan aspirasi didepan umum. Namun, dia mengingatkan aksi tersebut sesuai dengan koridor yang ada. Artinya tidak mengganggu aktivitas masyarakat banyak.

Mau buat aksi silahkan ini negara demokrasi tapi jangan mengganggu aktivitas masyarakat,” katanya. (Ricky Lodar).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment