SAR Gelar Rakor dan Janji Helikopter

Bagikan Bagikan
SAR Gelar Rapat Kerja di Hotel Horison Timika
SAPA(TIMIKA)- Untuk meningkatkan pelayanan SAR yang cepat dan tepat kepada masyarakat korban musibah atau bencana di Indonesia, khususnya di Kabupaten Mimika,  Badan SAR Nasional melakukan Rapat Koordinasi Nasional dengan Potensi SAR Daerah yang berlangsung di Hotel Ultima Horison Jalan Hasanudin,  Kamis (22/11) kemarin. 

Rakor SAR itu mengusung tema “Kita Tingkatkan Kerja Sama dan Sinergitas Badan Nasional  Pencarian dan Pertolongan Dengan Potensi SAR Untuk Mengantisipasi Terjadinya Kecelakaan, Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia”.

Rakor tersebut dibuka secara resmi Sekertaris Daerah (Sekda) Mimika Ausilius You yang ditandai dengan pemukulan tifa dan turut hadir Direktur Operasi dan Pelatihan Badan Nasional Pancarian dan Pertolongan Brigadir Jenderal TNI (Mar) Ivan Ahmad Riski Titus,SH, Kakansar Timika,  unsur TNI/POLRI, BPBD, BMKG,   Instansi Pemerintah, dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI).

Direktur Operasi dan Pelatihan Badan Nasional Pancarian dan Pertolongan Brigadir Jenderal TNI (Mar) Ivan Ahmad Riski Titus,SH dalam sambutannya mengajak seluruh potensi SAR yang ada di Mimika untuk membentuk wadah sebagai tempat membangun sinergitas dalam pembinaan dan pelaksanaan operasi SAR di Mimika. Dalam pelaksanaan operasi, SAR  tidak dapat bekerja sendiri tanpa melibatkan Potensi SAR di daerah seperti TNI-POLRI, Instansi-instansi terkait maupun masyarakat.  

Operasi  SAR membutuhkan Respone Time yang cepat dan penanganan yang benar untuk menyelamatkan korban. Selain fisik yang Prima, Potensi SAR juga harus memiliki kompetensi yang memadai untuk menyelamatkan korban. Sehingga SAR melakukan Rakor.

"Rakor ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh kantor-kantor SAR untuk mengevaluasi musibah atau bencana yang terjadi untuk merancang strategi strategi serta mendapatkan masukan dari potensi SAR daerah dalam menangani bencana yang terjadi di laut dan, udara ," ujarnya. 

Berdasarkan undang-undang (UU) nomor 29 Tahun 2014 sudah diatur bahwa penanggung jawab  pemerintah yang menangangi kecelakaan dalam tanggap darurat ada pada  badan nasional pencarian dan pertolongan,  baik transportasi laut maupun udara. Sehingga dengan adanya Rakor diharapkan  dapat memberi pengetahuan bagi tanggap darurat dalam menangani bencana di Indonesia khususnya di Kabupaten Mimika. 

Sekda Ausilius You mengatakan, Rapat koordinasi tahun 2017 ini merupakan wahana koordinasi antara kantor pencarian dan pertolongan Timika dengan seluruh potensi SAR yang ada di Timika untuk menyatukan pola pikir dan bertindak dalam penanggulangan musibah pelayaran, penerbangan ataupun musibah lainya untuk lebih cepat dan tepat. 

"Saya harap dengan adanya Rakor ini dapat meningkatkan sinergitas yang baik antara unsur potenai SAR di lapangan dalam menangani musibah dalam operasi SAR selanjutnya bisa lebih maksimal," harapnya.

Janji Helikopter
Menjawab medan luas, berat, dengan geografis gunung dan bukit, hutan lebat dan laut  bagi operasi SAR di Papua di Papua, Basarnas Pusat akan menempatkan satu unit Helikopter di Papua.

"Nanti sekitar Januari 2018 kita akan membawa helikopter yang agak besar ke Papua, dimana pusatnya nanti di Biak," kata Direktur Operasi dan Pelatihan Badan Nasional Pancarian dan Pertolongan Brigadir Jenderal TNI (Mar) Ivan Ahmad Riski Titus,SH kepada wartawan di Hotel Horison Jalan Hasanudin, Kamis (23/11).

Satu unit helikopter tersebut  nantinya akan beroperasi mengelilingi Papua untuk membantu tim SAR dalam menangani bencana atau musibah yang terjadi.  "Karena kita tahu bahwa di Papua termasuk wilayah yang cukup luas dengan medan yang sulit sehingga membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai," katanya. 

Dia mengaku kondisi SAR di Timika sudah mempunyai sarana dan prasarana yang standar. Sehingga selain mendatangkan Helikooter,  Basarnas pusat juga berencana untuk menggantikan kapal yang baru.

"Kita akan menggantikan kapal jenis aluminium karena kapal jenis Fiber mungkin tidak bisa melawan ombak dari laut lepas. Dan sementara ini sedang dikerjakan, " ujarnya. 

Menyinggung mengenai personil  SAR Timika,  kata Ivan, Kantor SAR pusat sedang melaksanakan penerimaan PNS tetapi tidak dilakukan di semua Provinsi  di Indonesia. Karena selain membutuhkan Rescue SAR juga membutuhkan ABK karena di Basarnas terdapat  68 kapal yang harus diisi sehingga tahun ini sudah ada kantor SAR lain sudah tes seleksi CPNS.  "Sedangkan untuk Timika tahun depan ada penambahan," katanya.(Albin) 

  
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment