SD dan Kantor Distrik Kwamki Lumpuh

Bagikan Bagikan

Ketua DPRD Mimika, Elminus Mom

SAPA (TIMIKA) - Akibat terjadinya perang di Kwamki Narama, Sekolah Dasar (SD) Inpres Kwamki dan Kantor Distrik Kwamki Narama lumpuh. Aktifitas belajar mengajar tidak tampak di sekolah tersebut, demikian pula halnya dengan kantor distrik Kwamki Narama.

Ketua Dewan perwakilan Rakyat (DPRD) Elminus Mom kepada Salam Papua di Gedung DPRD jalan Cenderawasih Jumat (17/11) menyayangkan hal tersebut. Ia menyatakan selama perang terjadi, aktivitas belajar mengajar tidak jalan.

Anak-anak yang ada di Kwamki Narama takut pergi ke sekolah karena adanya perang. Hal ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut.

"Guru-guru tidak ada yang berani datang ke sekolah semenjak pecahnya perang di Kwamki Narama. Sudah hampir seminggu SD inpres Kwamki Narama tidak beroperasi. Hal ini sangat disayangkan," katanya.

Ia mengungkapkan, keberadaan SD Inpres sangat dekat dengan tempat masyarakat berperang. Sehingga dampaknya sangat dirasakan oleh sekolah. Seharusnya pihak sekolah dapat membuat alternatif dengan memindahkan murid sekolah yang kelas 6 untuk tetap bersekolah. Tempatnya dapat dilakukan di dalam kota Timika. Karena mereka sebentar lagi akan mengikuti ujian.

"Seharusnya mereka tidak bisa ketinggalan pelajaran. Alternatif dapat dibuat dengan membuat mereka tetap bersekolah di dalam kota Timika selama perang terjadi," ungkapnya.

Tidak hanya sekolah, kantor distrik Kwamki Narami yang berada di tengah perkampungan yang bertikai mengakibatkan kantor tersebut sama sekali tidak beroperasi.

“Melihat situasi seperti ini, perang tidak bisa dibiarkan berlanjut. Harus dihentikan. Karena dengan adanya perang, perekonomian di kwamki Narama akan lumpuh. Saat ini juga sudah banyak pelayanan umum tidak berjalan,” jelasnya.

Beruntung, Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan puskesmas di Kwamki tetap beraktivitas seperti biasanya. Karena sekolah dan puskesmas tersebut letaknya jauh dari tempat terjadinya perang. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment