Sembuhkan Trauma Anak Diadakan Kelas Ceria

Bagikan Bagikan


Relawan PPK Banti-Kimbeli menghibur anak-anak pengungsi
SAPA (TIMIKA)Gabungan Pemuda Peduli Banti-Kimbely  dari berbagai organisasi pemuda di Timika mengadakan kelas ceria bagia anak-anak pengungsi untuk menyembuhkan trauma yang mereka alami.  Kelas ceria itu digelar di gedung Eme Neme Yauware bagi anak-anak berusia 4-7 tahun.

Gabungan pemuda peduli Banti-Kimbely  itu antara lain, Taman Baca Masyarakat (TBM) An Naffi Kabupaten Mimika, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Timika, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Timika dan 1000 Guru untuk Papua.

Eko Setiawan, ketua relawan PMI cabang Timika mengaku, banyaknya anak-anak Banti-Kimbely yang turut menjadi korban penyanderaan KKB, terpaksa harus kehilangan masa kanak-kanak. Mereka  harus beradaptasi kembali dengan lingkungan bermain dengan lingkungan yang baru bagi mereka di Timika.

“Kita tahu, korban-korban konflik atau bencana alam pasti meeninggalkan kisah dari kemarin (suara tembakan). Apalagi mereka itu anak-anak, pasti akan terbayang terus,” katanya saat ditemui wartawan, di gedung Eme Neme Yauware, Rabu (22/11).

Psikologi anak-anak Banti-Kimbely saat ini masih terganggu. Pasalnya,masih banyak diantara mereka yang merasa takut dan tidak ingin bermain.

“Akan ada transisi. Mereka merasa perbedaannya sangat jauh. Jadi mereka selain punya tekanan batin, mereka punya traumatis, jadi kami lakukan berbagai pendekatan ke mereka seperti kelas ceria yang diadakan ini, ujarnya.

Dalam kelas tersebut, anak-anak diajak bermain origami, bernyanyi, serta pendekatan langsung melalui aksi MOP yang disukai masyarakat Papua.
Senada dengan hal itu, penggagas TBM An Naafi Kabupaten Mimika, Ardi mengatakan, kelas ceria dibagi menjadi 3 waktu dan 3 tingkatan sekolah.

“Kelasnya ada pagi, siang dan sore. Jadi mereka terbagi dalam tingkat TK, SD dan SMP,” ujarnya.

Kegiatan ini juga untuk mengurangi dampak buruk akibat banyaknya anak-anak tersebut yang keluar ke jalan raya untuk membeli sesuatu yang disukai.

“Semenjak hari pertama mereka disini sudah ada anak-anak yang berkeliaran ke jalan raya. Bahkan mereka tadi ada yang berlari menuju penjual es di jalanan. Takutnya nanti mereka tidak lihat kendaraan yang keluar masuk area gedung. Kan bahaya,” kata Ardi.

Terkait hal tersebut, kata Uswatun Khasanah, salah satu pengurus HMI Komisariat Timika,mengatakan, melalui kegiatan ini, peran pemuda di Timika lebih ditingkatkan.

“Anak-anak jadi terhibur. Selain itu, ini menunjukakan bahwa pemuda punya rasa kepedulian, walau tidak semua. Diusahakan setiap hari akan ada. Jadi kegiatan ini berkelanjutan,” ujarnya. (Salma)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment