Stok Obat Biru Malaria Aman Hingga Maret 2018

Bagikan Bagikan


Usman La Alimuda.

SAPA (TIMIKA) - Berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya dimana Kabupaten Mimika mengalami kehabisan stok obat malaria. Kini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika memastikan stok obat malaria di Kabupaten Mimika dinyatakan aman hingga bulan Maret 2018. 

Stok obat malaria atau yang biasa di kenal dengan nama obat biru ini, selama enam bulan ke depan masih ada. Oleh karena itu masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan obat malaria jenis ini.

"Stok aman hingga enam bulan ke depan. Kita belajar dari pengalaman yang lalu terkait kekurangan obat malaria," kata pelaksana tugas (Plt) Kepala Seksi Wabah dan Bencana sekaligus Penanggung jawab Malaria pada Dinkes Mimika, Usman La Alimuda baru-baru ini.

Kekurangan obat pada tahun sebelumnya, kata Usman, akibat adanya perencanaaan yang kurang tepat. 

Secara umum, obat malaria ini di datangkan oleh pemerintah pusat. Dan berdasarkan program dari pusat itu, seluruh daerah yang ada di Indonesia harus tercover dengan obat malaria tersebut.

"Kita selalu berkoordinasi dengan pusat. Pusat menjamin obat malaria sudah tercover untuk seluruh indonesia. Sehingga kita harus memiliki strategi untuk dapat mengantisipasi kekurangan obat,” ujarnya.

Karena di datangkan dari pusat maka, permintaan obat malaria harus dilakukan sejak jauh hari. Hal ini untuk menghindari terjadinya kekosongan obat.

Tidak hanya itu, kerjasama dengan pihak swasta terus digalakkan untuk mengantisipasi penularan penyakit malaria.

"Kerjasama dengan PT Freeport, kita sudah mempunyai pokja (kelompok kerja). Jadi mereka sudah mempunyai pelayanan dari mareka sendiri di beberapa tempat, seperti malaria kontrol. Mereka melakukan penyemprotan dan biayanya dari mereka. Demikian halnya dengan LPMAK,” terangnya.

Bahkan, beberapa klinik yang ada di seputaran Kota Timika dan sekitaranya juga diajak bekerjasama Dinkes dalam bentuk pemberian obat. Dengan catatan, obat malaria harus di berikan gratis kepada masyarakat, karena obat malaria dari pemerintah diberikan gratis. Juga apabila klinik sudah bekerjasama dengan BPJS maka, obat malaria pun harus diberikan gratis.

Obat malaria atau yang di sebut obat biru merupakan obat kombinasi yang dapat membunuh parasit, setelah dikonsumsi maka dengan sendirinya parasit terbunuh. Namun kendala di masyarakat dalam mengkonsumsi obat malaria tidak dilakukan hingga tuntas, hal ini yang menyebabkan si penderita kembali terkena penyakit malaria.

Di anjurkan bagi penderita malaria harus tuntas mengonsumsi obat malaria yang di berikan, sehingga dengan begitu dapat membunuh parasit yang ada di dalam tubuh. (Tomy)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment