Suami Tak Melarang Istri Ikuti Program 1000 HPK

Bagikan Bagikan
Bupati Asmat sambil menggendong bayi pose bersama peserta program 1000 HPK.
SAPA (ASMAT) – Para suami warga asli Papua se-Kabupaten Asmat, Pemerintah Daerah (Pemda) Asmat meminta tidak melarang istrinya mengikuti program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) manusia dan makanan bergizi. Dan, para ibu hamil dan menyusui disiplin menikmati makanan bernutrisi tinggi sesuai standar kesehatan yang disediakan secara khusus dari hari Senin hingga Jum’at para petugas 1000 HPK.

Program mulia 1000 HPK yang sedang ditangani serius Puskesmas Agats, tercatat ada 247 ibu hamil dan menyusui. Dari jumlah tersebut ditargetkan anak-anak yang masih dalam kandungan dan bayi-bayi yang mengikuti program tersebut bisa menjadi anak sehat, cerdas dan pintar 20 tahun mendatang. Sehingga generasi Asmat 20 tahun mendatang tidak hanya dipenuhi SDM yang sehat, cerdas dan pintar. Tetapi, mimpi generasi sehat, cerdas, pintar, handal dan unggul tercapai dan terwujud.

“Saya minta perhatian khusus para suami dalam program ini tidak larang istrinya melainkan mendorong istrinya ikuti program 1000 HPK ini. Kita mau anak-anak Asmat 20 tahun mendatang yang mengikuti program ini semua cerdas, pintar dan sehat. Dan ibu-ibu hamil dan menyesui tidak boleh makanan yang disediakan dibawa ke rumah melainkan makan di Posko 1000 HPK. Saya dan Thom akan mencari uang sebanyak-banyaknya untuk mensukseskan program ini. Yang penting ibu-ibu hamil dan menyusui disiplin ikuti program ini. Para suami tidak melarang istrinya,” kata Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos dihadapan 247 ibu hamil dan menyusui, suami para ibu hamil dan menyesui serta Kepala SKPD yang ikut menyaksikan dari dekat para ibu hamil dan ibu menyusui makan makanan bernutrisi tinggi sejak 2016 lalu hingga 2017 di GOR Asmat, Kamis (2/11) pagi.

Dia juga meminta perhatian para suami mereka yang sengaja diminta khusus hadir dalam jadwal makan manakanan bernutrisi tinggi saat itu bersama istrinya sepakat menjaga jarak kelahiran. Dan suami istri mampu menjaga kesehatan lingkungan tempat tinggal, mandi setiap hari dan merawat anak-anak yang mengikuti program tersebut dengan baik. Ibu-ibu hamil dan menyusui tidak boleh merokok dan makan pinang.

“Kita harus sepakat mulai saat ini. Ibu-ibu hamil dan menyusui mampu mengatur jarak kelahiran, tidak merokok dan makan pinang. Saya tidak meminta kamu membatasi kelahiran. Tetapi saya meminta mengatur jarak kelahiran supaya kita bisa merawat anak-anak dengan baik dan menyekolahkan mereka. Lalu, lahir anak-anak Asmat yang pintar ke depan. Jadi, kamu tidak usah pikir makanan ini dari mana. Kamu hanya tahu ikuti program ini dengan disiplin. Saya dan Thom serta bapa-bapa dari setiap SKPD ini yang pikir. Dan ingat! Program ini gratis,” katanya.

Dihadapan para suami dan ibu-ibu itu juga Bupati Asmat meminta para ibu-ibu itu memberitahu dan menolak kalau makanan yang disajikan tidak ada ikan, daging, sayur dan buah-buahan. “Saya minta kamu semua lapor saya kalau petugas tidak menyediakan makanan sesuai standar kesehatan. Misalnya ikannya atau dagingnya tidak ada, kamu tolak dan lapor saya. Jangan kamu takut memberitahu dan menolak makanan yang tidak sesuai standar,” ujarnya.

Pada saat yang sama, dia meminta pula Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk tahun anggaran 2018 menganggarkan anggaran membeli alat penampung daging dan ikan di setiap Posko 1000 HPK di setiap Puskesmas dan menentukan mitra yang memastikan stok daging dan ikan selalu terpenuhi. “Pa Kepala Badan, untuk mensukseskan program ini di setiap Puskesmas dan Posko 1000 HPK ada alat penampung dan pendingin kapasitas besar untuk menampung ikan dan daging,” pintanya diamini Kepala BPKAD, H.F. Sinurat, S.STP mengangguk-anggukan kepala dan disahuti para ibu-ibu dan suaminya dengan tepuk tangan meriah.

Dari pantauan media ini, biaya makanan bernutrisi tinggi bagi para-ibu-ibu hamil dan menyusui itu diperkirakan perorang RP 75.000 perkotak. Dalam sekotak terlihat jelas, nasi, sayur, ikan, daging, telur rebus satu butir dan didahului menikmati makanan ringan berupa segelas bubur kacang.

Usai mereka menikmati makan makanan bernutrisi tinggi, baik bayi yang mengikuti program itu dari sejak 2016 lalu ditimbang dan diberi pakaian bayi lengkap, baju, celana, hingga topi serta verlag. Masing-masing ibu hamil dan ibu menyusui mendapat bantuan baju bayi lengkap dan verlag. Bahkan, Bupati Asmat terlihat menggendong dan mengenakan baju bayi yang mengikuti program tersebut dari tahun lalu. Dan bayi-bayi yang mengikuti program itu sehat-sehat dan ceria.

Turut hadir pada saat itu, para Kepala SKPD lintas sektoral, Kepala BPKAD, Ketua Program, 1000 HPK, dr. Steven Langi, Kepala Puskesmas Agats, Natanrias, dan Petugas 1000 HPK dari Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat dan Puskesmas Agats. (Fidel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment